BATAM, SIJORITODAY.com– Pemerintah diharapkan dapat memikirkan nelayan yang termasuk kelompok rentan alam menghadapi penyebaran virus Corona atau lebih dikenal Covid-19 di kota Batam.

Nelayan Tradisional Pulau Petong, Mulyadi menilai pemerintah wajib mengalokasikan dana perlindungan khusus untuk keluarga nelayan yang pendapatannya menurun akibat penyebaran wabah tersebut.

“Pemerintah diharapkan untuk segera memberikan perhatian kepada keluarga nelayan dan pelaku perikanan rakyat lainnya yang rentan terdampak,” kata Mulyadi.

Mulyadi menjelaskan dampak yang harus ditanggung oleh keluarga nelayan dan pelaku perikanan rakyat akibat penyebaran virus, antara lain potensi lumpuhnya kehidupan ekonomi dalam bentuk menurunnya pendapatan karena terputusnya rantai dagang perikanan ikan dari nelayan sebagai produsen kepada masyarakat luas sebagai konsumen.

“Bisa dikatakan besar pasak daripada tiang. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun akan hal ini, karena semua lini mengalami tapi itu juga harus di pikirkan oleh pemerintah bagaimana caranya untuk tetap menjaga kestabilan harga produk perikanan,” ujar Mulyadi.

Sebab kata Mulyadi, bagaimana pun juga Nelayan sangat berperan dalam ketahanan pangan (Protein) di kota Batam.

“Dengan adanya permasalahan ini saya berharap Dinas Kelautan dan Perikanan baik itu provinsi maupun kabupaten/kota memiliki rencana penguatan terhadap hasil tangkapan nelayan, mencari jalan keluar terkait pemasaran agar semua hasil tangkapan nelayan tradisional bisa terserap dengan harga yang sesuai. Dengan demikian harga jual nelayan stabil,” tandasnya.

Maka dari itu, Mulyadi berharap bagaimana kebutuhan pasar terhadap produk perikanan terpenuhi dengan menfasilitasi antara suply dan demand.

“Ini yang terpenting mengingat aktivitas masyarakat yang biasanya turun langsung ke pasar membeli ikan sekarang sudah menurun dikarenakan Pandemi COVID 19,” imbuhnya. (*)

Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here