BINTAN,SIJORITODAY – – Peringatan Mayday hari ini, membuat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bintan kecewa berat dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan yang menunjukkan keberpihakannya terhadap pengusaha.

Pasalnya, beberapa perusahaan dikawasan industri Lobam Bintan masih tetap memperkerjakan buruhnya di hari ini. Padahal, ini hari buruh.

Ketua Konsulat Cabang (KC) FSPMI Bintan Andi Sihaholo menyanyangkan sikap Disnaker Bintan terkait adanya perusahaan di Lobam yang operasional di Mayday.

“Hal ini yang sangat kita sesalkan dari pihak Disnaker memberikan anjuran ini (tetap operasional). Disinilah kita dapat melihat bahwa pemerintah tidak pernah memikirkan buruh hanya selalu pro pengusaha,” ungkap Andi, Jum’at (1/5).

Dengan kejadian ini, FSPMI Bintan tegas Andi, akan melakukan somasi kepada Disnaker Bintan. “Rencananya pekan depan kita layangkan somasinya,” tegasnya.

Ini bukan sekedar tuduhan biasa, sebab dirinya sudah mengkonfirmasi kepada perusahaan yang masih operasional di hari ini. Ironisnya, pihak Disnaker juga memberikan restu terkait hal tersebut.

“Perusahaan German yang ada dikawasan Lobam yang pastinya operasional pada saat Mayday hari ini,” ungkap Andi.

Selain itu, disituasi pandemi saat ini pihaknya juga mendesak ke pemerintah untuk melakukan langkah kongkrit terkait penanganan COVID-19.

“Buktinya masih ada perusahaan di Bintan ini yang belum menjalankan protokol kesehatan di tempat kerja masing-masing,” katanya.

Seperti penggunaan wajib masker, Andi mengatakan, seharusnya perusahaan menyediakan masker layak pakai untuk para buruh dan keluarganya. Tak hanya itu, beberapa pekerjaan dinilainya bisa dilakukan work from home (WFH), akan tetapi perusahaan belum menerapkan pola tersebut.

“Karyawan masih tetap disuruh bekerja. Coba bayangkan seandainya karyawan terjangkit ditempat kerja,siapa yang akan bertanggung jawab?,” tanyanya.

Pada peringatan Mayday, FSPMI juga menyuarakan beberapa isu terkait kesejahteraan buruh diantaranya menolak Omnibus Law, stop PHK dan liburkan buruh dengan upah dan THR 100 persen. (Btn)

Editor : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here