Foto Komisioner KPU Bintan Haris Daulay

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Pelaksanaan Pilkada serentak ditetapkan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang. Meski situasi pandemi COVID-19, pihak penyelenggara harus siap mensukseskan pelaksanaan Pilkada serentak termasuk di Kabupaten Bintan.

Informasi yang dihimpun, pelaksaan Pilkada disituasi pandemi COVID-19 ini tentu akan berbeda dari biasanya. Para petugas dan pemilih harus mengikuti anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan.

Bahkan, KPU Bintan memiliki strategi untuk mensiasati kondisi ditengah bencana non alam ini. Rencananya KPU akan mengusulkan penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dibeberapa daerah kecamatan.

Komisioner KPU Bintan Haris Daulay menyampaikan, penambahan itu untuk mengurangi kerumunan massa di TPS pada hari pencoblosan nanti. Awalnya kata dia, TPS yang ditetapkan berjumlah 318 TPS.

“Ada penambahan sebanyak 34 TPS menjadi 352 TPS, dengan jumlah pemilih setiap TPS maksimal bisa 500 orang yang sebelumnya direncanakan maksimal 800 orang,” ujar Haris, Selasa (9/6).

Bertambahnya TPS juga berimbas terhadap kebutuhan anggaran. KPU Bintan kata Haris terus berkoordinasi dengan Pemkab Bintan untuk penganggaran pelaksanaan Pilkada ditengah wabah virus corona saat ini.

“Penambahannya sebanyak Rp 4,8 miliar termasuk untuk pengadaan APD bagi penyelenggara hingga ketingkat TPS,” sebutnya.

Selain itu, KPU akan terus menjalin komunikasi kesejumlah pihak termasuk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan mengenai protokol kesehatan pada saat pelaksanaan pemungutan suara.

Namun demikian, mantan Jurnalis disalah satu media online itu berkata, hingga hari ini pihak KPU masih menunggu arahan dari KPU RI terkait pelaksanaan dan tahapan soal Pilkada disituasi pandemi COVID-19. (Btn)

Editor : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here