Foto Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin

BINTAN, SIJORITODAY – – Tambang pasir darat disejumlah kawasan di wilayah Bintan kian merajalela. Diduga ada ‘orang kuat’ dibalik penambangan tersebut, karena para pelaku semakin suka-suka merusak alam Bintan yang justru dapat memberikan dampak buruk dimasa mendatang.

Bahkan, aktifitas penambang sudah tak sembunyi-sembunyi lagi. Mereka lebih terbuka, seolah menantang aparat penegak hukum untuk segera bertindak. Apalagi, hingga saat ini tak ada satupun perusahaan yang memiliki izin menambang pasir darat di wilayah Bintan.

Dari pantauan dilapangan, aktifitas pertambangan dilakukan tak jauh dari jalan raya, bahkan hanya berjarak beberapa meter saja dari jalan raya seperti di kawasan Galang Batang. Jika dilihat, kerusakan tidak mungkin diperbaharui lagi karena kubangan membentuk danau besar sudah tampak disegala penjuru dikawasan itu.

Dikawasan Kawal, pertambangan juga masih berjalan. Setidaknya puluhan truk keluar masuk mengangkut pasir dari lokasi tambang.

Kondisi ini membuat aparat penegak hukum dilema, sebab sebagian besar pasir galian digunakan untuk menunjang infrastruktur diwilayah Bintan maupun Kota Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin mengaku, timnya sedang memikirkan dampak sosial ekonomi yang timbul jika penertiban dilakukan sebagai jalan akhir.

Meski begitu, Satgas Bencana Alam Bintan sedang melakukan kajian bersama tim pertambangan dan perizinan untuk mencari jalan keluar dari aktifitas illegal tersebut.

“Untuk sementara semua penambang tidak memiliki ijin, namun kami masih menunggu solusi lain dari dinas pertambangan,” ungkap Agus, kemarin.

Meski begitu, timnya mengedepankan upaya persuasif melalui pendekatan terhadap masyarakat untuk mengingatkan dampak buruk adanya pertambangan yang dilakukan secara illegal. Bila upaya ini mentok, Reskrim kata Agus harus bertindak tegas.

“Jalan terakhir ya penindakan,” ucapnya. (Btn)

Editor: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here