TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Nasib terduga pelaku korupsi penggelapan pajak yang diduga dilakukan oleh oknum ASN di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Tanjungpinang diujung tanduk. Pasalnya, Penyidik Tindak Pidana Khusus pada kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tanjungpinang telah mengetahui hasil kerugian negara yang dihitung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kepri.

Hanya saja, penyidik hingga saat ini belum menerima salinan resmi hasil pemeriksaan kerugian negara tersebut lantaran BPKP belum mengirimkan secara resmi kepada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.
Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Ahelya Abustam melalui Kepala Seksi Intelejen (Kasintel) Rizky Rahmatullah mengaku, penyidikan kasus tersebut masih terus berjalan, bahkan untuk hasil kerugian negara pihaknya telah mengetahui, hanya untuk pengumuman tersangka pihaknya masih menunggu laporan resmi yang akan dikirim BPKP.
“Hasilnya udah diketahui, hanya saja laporan resminya belum dikirim.Insya Allah, pengumuman tersangka menunggu hasil resmi dikirim,” jelasnya.

Kasus tersebut hingga saat ini masih terus dilakukan penyidikan, meski sebelumnya terkendala oleh pandemi COVID-19. Namun, untuk saksi-saksi, kata Rizki, sementara tidak ada lagi dilakukan pemanggilan.

Sedangkan, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kerabat Melayu Anak Negeri Kota Tanjungpinang, Arda Riyanto menyoroti lambatnya hasil perhitungan kerugian negara tersebut.

“Kalau tidak salah Januari lalu kejaksaan telah meminta pihak BPKP untuk melakukan perhitungan kerugian negara tersebut, nyaris tujuh bulan BPKP belum kunjung mengeluarkan perhitungan kerugian negara tersebut,” jelasnya.

Sementara untuk audit kasus-kasus lain, lanjut Arda, biasanya BPKP membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 6 bulan.

“Sementara dalam hal ini hampir tujuh bulan,” sebutnya.

Dalam rangka mendukung proses pemberantasan korupsi kasus dugaan penggelapan pajak tersebut, pihaknya mendesak BPKP perwakilan Kepri untuk segera menyerahkan laporan kerugian negara yang ditunggu Kejari Tanjungpinang tersebut.

“Kita berharap BPKP segera mengirimkan PKN tersebut, sehingga proses hukum terhadap kasus tersebut segera dituntaskan,” harapnya.
Penulis: Sueb
Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here