KARIMUN, SIJORITODAY.com– Polres Karimun telah menetapkan satu tersangka lagi pada kasus dugaan surat pertanggung jawaban perjalanan dinas (SPPD) fiktif tahun 2016 di sekertariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karimun.

Dalam siaran persnya, Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan pihaknya telah menetapkan satu orang lagi tersangka berinisial UA yang masa itu menjabat sebagai Sekertaris DPRD Karimun.

“UA masih kita proses sebagai tersangka, sedangkan inisal BZ mantan bendahara yang terlebih dulu menjadi tersangka sudah dilakukan penahanan,” kata AKBP Muhammad Adenan didampingi Kasat Reskrim Polree Karimun AKP Herie Pramono di Mapolres Karimun, Kamis (9/7/2020) petang.

Dikatakan Kapolres Karimun, UA selaku sekertaris DPRD Karimun waktu itu mengetahui adanya perjalanan dinas fiktif yang digunakan sebagai dana saving.

“Dirinya menandatangani nota atau kwitansi pembayaran yang tidak boleh dibayarkan,” ujar Kapolres.

Terkait kasus ini sambung Kapolres, ada dua laporan (LP) yang diterima, yaitu, LP A 33 tanggal 16 April 2018 dan LP 42 tanggal 21 April 2020, terkait dengan perjalanan dinas 92 orang pimpinan, anggota dan staf di sekertariat DPRD Karimun. Dan juga belanja makan dan minum.

“Dalam kasus SPPD Fiktif tahun 2016 telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.1,6 Milyar dan sebanyak 102 orang saksi telah dimintai keterangan,” tambahnya lagi.

Kapolres juga menyebut tidak tertutup kemungkinan, dalam kasus SPPD Fiktif ini masih ada penambahan tersangka lainnya.

” Bisa saja ada penambahan tersangka, jika ada pengembangan dari saksi “, kata M. Adenan.

Terakhir Kapolres Karimun mengatakan, dalam waktu dekat ini, kasus SPPD Fiktif di Sekertariat DPRD Karimun akan dilimpah ke pihak Kejaksaan.

“Mudah mudahan bulan ini selesai semua, berkas perkara, barang bukti serta tersangkanya akan kita limpahkan ke pihak Kejaksaan,” pungkasnya.

Penulis: Sunar
Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here