Plt Wali Kota Tanjungpinang, Rahma

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Meski kerap mendapatkan cemooh dan dihujat oleh sejumlah warganet terkait lambatnya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi COVID-19, Plt Wali Kota Tanjungpinang, Rahma tetap berhati-hati dalam mengambil kebijakan penyaluran BLT tersebut.

Apalagi, pandemi COVID-19 yang sulit diprediksi kapan berakhirnya ditambah lagi angka positif COVID-19 untuk Kota Tanjungpinang selama dua hari ini menunjukkan trend peningkatan. Bahkan jika terus bertambah, mungkin tidak mungkin Kota Tanjungpinang akan berlakukan PSBB.

“Kondisi saat ini tentunya membuat kita semua sangat berhati-hati. Dengan bertambahnya kasus positif ini, tentunya menghkwatirkan oleh oleh kita semua. Jika kasus ini terus bertambah sudah pasti kita akan laksanakan PSBB. Kondisi saat inilah tentunya membutuhkan kehati-hatian dalam penyaluran BLT, dan dalam waktu dekat ini kita akan segera realisasikan ditengah Kondisi masyarakat kembali harus berdiam dalam rumah,” kata Plt Wali Kota Tanjungpinang, Rahma saat berbicang dengan Sijoritoday.com, Minggu (02/08/2020).

Selama ini, Rahma betul-betul memikirkan bagaimana jika Pendemi ini kembali melanda Tanjungpinang, seperti apa yang terjadi belakangan ini, dan itulah membuat Pemerintah Kota Tanjungpinang selalu memikirkan dengan matang penyaluran BLT tersebut.

“Ternyata apa yang saya kwatirkan terjadi beberapa waktu, kini terbukti. Meski saya dianggap lamban, seakan tidak serius menanggapi bantuan langsung tunai, dan inilah jawaban, kenapa saya bersikap sangat berhati-hati, walaupun saya dihujat bahkan di cemooh. Sebagai pemimpin tentu saya harus bijaksana menetukan sikap dan keputusan,” ujar Rahma.

Untuk penyaluran BLT tersebut, Pemko Tanjungpinang melakukan verifikasi data dari kelurahan dan kemudian di verifikasi dan validasi oleh Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, dimana penerima sekitar 34.090, berkurang 1.000 penerima dari sebelumnya.

“Jumlah pengurangan tersebut telah diverifikasi dan divalidasi oleh Dinsos melalui dasar data dari kelurahan, karena ada penerima yang ternyata pensiunan, ASN dan lainnya, untuk itu kita perlu data yang dapat dipertanggungjawabkan, begitu juga dengan Pemprov Kepri yang meminta data by name by address agar valid dan terpercaya,” urainya.

Rahma mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang terus memikirkan dan mengantisipasi jika terjadi hal buruk terjadi. Karena, jika tidak, bisa terjadi anggaran penanganan dan penanggulangan COVID-19 akan habis.

“Kita tidak bisa prediksi, sampai kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir, kita antisipasi jika ada hal terburuk terjadi, maka anggaran penanganan dan penanggulangan Covid-19 Pemko Tanjungpinang akan habis jika kita salurkan tanpa memikirkan hal terburuk terjadi,” ucap Rahma.

Diketahui, selain rencana penyaluran BLT dari Pemko Tanjungpinang, masyarakat Tanjungpinang juga akan mendapatkan dari Pemprov Kepri berupa sembako.

“Saya tegaskan APBD Kota Tanjungpinang dapat dipergunakan sampai 31 Desember 2020,” tungkasnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, hingga 01 Juli 2020 jumlah kasus positif di Tanjungpinang sudah mencapai 71 kasus.

Penulis: Sueb
Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here