TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – RSP alias Resko anak mantan Anggota DPRD Kota Tanjungpinang ditangkap karena narkoba oleh tim Ditresnarkoba Polda Kepri. Resko disebut dikendalikan oleh jaringan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Khusus Narkotika Kelas II Tanjungpinang untuk mengedarkan barang haram.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Khusus Narkotika Kelas II Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Prasetyo, Rabu (19/08/2020), belum bisa memberikan penjelasan terkait kaitannya tersangka RSP alias R yang juga merupakan ASN di Satpol PP Kota Tanjungpinang tersebut.

“Saya belum bisa menanggapi, sebab kalau bahasa dikendalikan itu maknanya sangatlah luas,” kata Wahyu Prasetyo.

Namun diakui Wahyu kebocoran terkait peredaran Narkoba di lapas, masih bisa terjadi, mengingat Kepri sendiri merupakan wilayah merah dalam perlintasan Narkoba. Bahkan kata dia, jaringan narkoba tidak hanya di Lapas Narkoba, melainkan hampir semua Lapas di Kepri dipastikan terjadi kebocoran.

Menyadari akan hal tersebut, Wahyu yang sejak awal dilantik dengan tegas menyampaikan komitmennya untuk perang melawan Narkoba, itu ditunjukkannya dengan memperkuat sistem penjagaan.

“Komitmen saya perang terhadap narkoba tidak pernah pudar, maka dari itu saya tegas kan kepada seluruh jajaran saya, untuk tidak mencoba-coba bermain dengan para warga binaan, bilamana kita temukan, sanksi tegas dipastikan akan kita jatuhkan,” jelasnya.

Kendala peredaran jaringan Narkoba dari masyarakat dengan warga binaan, diakui Wahyu disebabkan oleh minimnya jumlah personil bila dibandingkan dengan jumlah warga binaan, akan tetapi untuk memaksimalkan pengawasan tersebut pihaknya memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada.

“Untuk pencegahan kita rutin melakukan penggeledahan terhadap kamar kamar warga binaan, memang beberapa waktu lalu juga pernah kita dapatkan, dan langsung kita koordinasikan dengan Satreskoba Polres Bintan,” katanya.

Wahyu belum bisa memberikan penjelasan soal keterlibatan warga binaan pasca penangkapan oknum Satpol PP itu karena pihaknya belum mendapatkan informasi secara detail.

“Intinya kami tetap akan berkoordinasi dengan aparat hukum untuk melakukan upaya pemberantasan narkoba ini, karena ini musuh negara,” ujarnya.

(Sueb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here