BATAM, SIJORITODAY.com – – Anak mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, RSP ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Kepri, akibat terlibat dalam jaringan Narkoba pada Jumat, (14/08) lalu.

Pelaku diketahui berinisial RSP merupakan pegawai dilingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungpinang, dan beralamat di Kelurahan Tanjungpinang Barat.

Dari tangan pelaku, tim berhasil mengamankan 77 butir Narkoba jenis Ekstasi.

Kabid Humas Polda Kepri melalui siaran persnya menyatakan penangkapan terhadap RSP berdasarkan lima Laporan Polisi.

Bahkan selain menangkap RSP Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil mengamankan tujuh orang yang diduga tersangka Tindak Pidana Narkoba, ketujuh orang tersebut masing-masing berinisial RSP alias R, DS alias D, BN alias B, AEZ alias A, RK alias M, AK alias A dan DS alias D. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi oleh Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, Media Center Polda Kepri, Rabu (19/8/20).

“Keberhasilan ungkap kasus Narkoba jenis ganja dan Pil Ekstasi ini, diungkap dalam waktu yang tidak terlalu lama yaitu dari tanggal 14 Agustus sampai dengan 16 Agustus 2020, di beberapa wilayah Provinsi Kepri antara lain di wilayah Kota Tanjungpinang, Batu Ampar Kota Batam, dan di Baloi Permai Kota Batam, ada lima Laporan Polisi serta tujuh orang diduga tersangka diamankan. Dari dua tersangka pengedar pil ekstasi Salah satunya berinisial RSP alias R yang membawa, memiliki, dan menyimpan Narkotika jenis Pil Ekstasi sebanyak 77 butir merupakan Oknum PNS DI Kota Tanjungpinang,” jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Harry mengatakan, barang bukti yang berhasil disita dari tangan ketujuh tersangka ini totalnya ada 1,48 Kg Daun Ganja Kering dan 77 Butir Pil Ekstasi. Kasus ini merupakan pengungkapan yang kesekian kalinya dan hal ini menunjukkan keseriusan kita dalam pemberantasan Narkoba di Wilayah Provinsi Kepri.

“Dari pengungkapan di beberapa tempat ini tentunya kepada para tersangka akan diterapkan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 114 Ayat (1), ayat (2) Dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (2). Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun,” tutur Harry.

Selanjutnya Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, mengatakan, untuk Daun Ganja Kering berasal dari salah satu Daerah di Sumatera dan saat Tim melakukan penangkapan, barang haram tersebut sudah berbentuk pecahan-pecahan paket yang siap diedarkan.

“Sedangkan untuk tersangka pemilik Pil Ekstasi sama juga halnya bahwa barang tersebut akan diedarkan oleh tersangka di wilayah Kota Tanjungpinang,” tutup Kombes Pol Muji Supriyadi.

(Sueb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here