TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari fraksi PKB, Rini Pratiwi ditetapkan oleh Satreskrim Polres Tanjungpinang menjadi tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah palsu.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra menyampaikan, status Rini Pratiwi itu ditetapkan pada Selasa (20/10) kemarin.

“Kita tetapkan (sebagai tersangka-red) hari Selasa,” katanya, Kamis (22/10).

Rio juga mengatakan akan segera memeriksa Rini Pratiwi untuk melengkapi berkas perkara sehingga dapat dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Akan kita periksa sebagai tersangka, kalau sudah lengkap baru akan limpahkan berkasnya,” ujarnya.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, kepolisian tidak akan melakukan penahanan karena ancaman pidananya tidak lebih dari dua tahun.

“Tidak bisa ditahan, ancamannya dua tahun cuman,” ungkap Rio.

Rini Pratiwi diduga melanggar Pasal 68 Ayat 3 No 20 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dengan ancaman hukuman penjara selama dua tahun.

Sementara itu, Yandi Andrian Ketua DPC PKB Kota Tanjungpinang mengaku menghormati proses hukum yang tengah dijalani oleh kader partainya.

“Kita menghormati proses hukum yang ada dengan naiknya status Rini Pratiwi sebagai tersangka,” tuturnya.

Yandi juga menambahkan, ia masih menunggu keputusan pengadilan yang inkrah untuk melakukan PAW terhadap kadernya itu.

“Kita tunggu keputusan pengadilan untuk sanksi terhadap Rini,” tambahnya.

PKB, tambah Yandi, tetap memberi dukungan moril terhadap Rini Pratiwi agar kuat menjalani proses hukum yang sedang berjalan.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here