TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Bawaslu menyampaikan temuan dugaan pelanggaran Pilkada serentak yang dilakukan oleh tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, hal itu berdasarkan pleno yang ditetapkan tanggal 17 Oktober 2020.

“Temuan tersebut bersumber dari laporan maupun pengawasan langsung Bawaslu di lapangan,” kata Komisioner Bawaslu Kepri Idris, Kamis (22/10/2020).

Idris menjelaskan temuan dimaksud antara lain dugaan pelanggaran iklan kampanye konten internet oleh relawan paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2, Isdianto-Suryani.

“Setelah kami telusuri lagi, konten tersebut sudah dihapus. Tapi, kami tetap menyurati paslon nomor urut 2 agar mengontrol kegiatan iklan kampanye tim relawan melalui internet,” ujar Idris.

Kemudian, dugaan pelanggaran konten internet oleh relawan paslon nomor urut 1, Soerya Respationo-Iman Sutiawan. Bawaslu sudah meneruskan dugaan pelanggaran tersebut  ke pihak Cyber Crime Polda Kepri.

Kemudian, calon gubernur nomor urut tiga Ansar Ahmad yang diduga melakukan kampanye saat menjadi khutbah Jumat di salah masjid di Kota Batam tidak memenuhi unsur pelanggaran.

“Bawaslu sudah meminta keterengan kepada pihak masjid, dalam hal ini pihak Humas masjid dimaksud bersumpah bahwa Ansar tidak berkampanye,” tegas Idris.

Temuan berikutnya calon wakil gubernur nomor urut 3 Marlin Agustina yang diduga memanfaatkan fasilitas podium milik kantor Kecamatan Nongsa, Kota Batam sebagai media kampanye.

Menurut Idris, dari hasil keterangan Camat Nongsa, podium dimaksud bukan milik kecamatan karena tidak teregister dan terinventaris sebagai aset.

“Podium memang bebas digunakan untuk masyarakat. Sehingga tidak memenuhi unsur pelanggaran,” tutur Idris.

Selanjutnya, laporan dugaan pelanggaran iklan kampanye bantuan motor untuk RT/RW yang dilakukan paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

Dikatakan Idris, dari hasil penelusura dan ket LO palson nomor urut 3, tidak pernah kampanye motor melalui website resmi.

“Kesimpulannya, belum menggambarkan adanya pelanggaran oleh paslon nomor urut 3,” jelas Idris.

Selanjutnya, terkait dengan penelusuran kampanye tempat pendidikan kampus UNIBA di Batam oleh calon gubernur nomor 1, Soerya Respationo.

Menueut Idris, dari penelusuran dan keterangan mahasiswa mengatakan bahwa di UNIBA saat itu sedang berjalan kegiatan pengenalan kampus terhadap mahasiswa baru.

Adapun kehadiran yang bersangkutan karena statusnya sebagai Ketua Senat UNIBA dan kegiatan ini rutin tiap tahun dilaksanakan dengan melibatkan civitas akamedika dan senat.

“Dalam sambutannya, Soerya tidak menyinggung kampanye, hanya menyampaikan tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sehingga disimpulkan tidak ada pelanggaran,” tutur Idris.

Lanjut Idris, ada beberapa dugaan pelanggaran lagi yang masih dalam tahap penelusuran. Informasi itu diterima dari media dan masyarakat.

(Mn)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here