TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Terkait kebijakan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk kembali menerapkan belajar daring pada 13 sekolah yang sempat menggelar belajar tatap muka mendapat persetujuan dari anggota komisi 1 DPRD Kota Tanjungpinang.

Anggota komisi 1 bidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat DPRD Kota Tanjungpinang, Agus Chandra Wijaya mengaku setuju dengan kebijakan Pemko Tanjungpinang itu.

Menurut Agus, kebijakan Pemko Tanjungpinang untuk kembali menggelar belajar daring sudah sesuai dengan SKB 4 Menteri yang menjadi panduan penyelenggaraan pendidikan tahun ajaran 2020/2021.
” Udah betul sekolah tatap muka itu dibatalkan, ada aturan SKB menteri terkait belajar tatap muka, mesti zona kuning dan hijau,” katanya, Selasa (27/10).

Agus menilai peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang akan berdampak pada jumlah siswa yang mengikuti belajar tatap muka.

Dalam SKB 4 Menteri disebutkan bahwa selain memperhatikan status zona daerah, belajar tatap muka juga harus dengan persetujuan orang tua siswa.
“Ikut aturannya, dan mesti ada persejutuan orang tua untuk belajar tatap muka,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tanjungpinang membatalkan kebijakan yang memperbolehkan 10 Sekolah Dasar dan 3 Sekolah Menengah Pertama untuk menggelar pembelajaran tatap muka yang dimulai sejak Senin (12/10) yang lalu itu.

Pembatalan itu dilakukan memperhatikan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang yang kian meningkat.
“Jadi karena adanya peningkatan jumlah positif Covid-19, kami sudah kembalikan ke rumah,” kata Rahma Walikota Tanjungpinang, Selasa (27/10).

Pemko Tanjungpinang juga telah mengeluarkan regulasi pembatalan belajar tatap muka itu.

13 sekolah yang telah menyelenggarakan belajar tatap muka nantinya akan kembali belajar daring secara bertahap.

Sesuai dengan data statistik Covid-19 yang dirilis Satgas Covid-19 Kepri per 26 Oktober 2020, terdapat 130 pasien positif di Kota Tanjungpinang.

Tingginya jumlah pasien positif Covid-19 itu menempatkan Kota Tanjungpinang menjadi daerah dengan zona oranye dengan resiko terpapar Covid-19 kategori sedang sehingga tidak dimungkinkan menggelar belajar tatap muka. (Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here