Amrialis, Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Sebanyak 8.413 Kepala Keluarga (KK) masyarakat Kota Tanjungpinang yang terdampak Covid-19 hingga kini belum mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Bantuan sebesar 600.000 Rupiah per KK yang dijadwalkan akan dibagikan pada Bulan Oktober itu hingga kini tidak kunjung terealisasi.

Saat dikonfirmasi, Amrialis Kadinsos dan Teguh Ahmad Syafari Sekda Kota Tanjungpinang saling melempar tanggung jawab soal tidak terealisasi nya BLT itu.

Kepada awak media, Amrialis mengaku telah menyiapkan data penerima dan telah melaporkannya secara lisan kepada Walikota Tanjungpinang untuk segera diterbitkan Perwakonya.

“Dinsos sudah menyiapkan data, memang belum kita serahkan tapi dilaporkan sudah. Sudah disampaikan secara lisan, tapi reaksinya (Walikota-red) menunggu kondisi keuangan,” katanya, Senin (7/12/20).

Selain belum menyerahkan data penerima, Amrialis juga mengaku ia belum menyerahkan draft Perwako yang menjadi dasar pembagian itu akibat anggaran yang tidak kunjung mendapat kejelasan dari tim gugus tugas.

“Perwako belum diajukan, karena kemarin waktu pembahasan perubahan belum jelas anggarannya,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa penyerahan BLT itu sudah tidak dapat dilakukan mengingat ambang batas waktu pelaporan SPJ pada 18 Desember mendatang.

“Kalau sekarang sudah tidak mungkin, karena SPJ kan terakhir masuk tanggal 18 Desember. Kalau pandemi ini masih berlanjut, kita bagikan di 2021,” tuturnya.

Sementara itu, Teguh Ahmad Syafari mengungkapkan bahwa tidak diserahkannya data oleh Dinsos menjadi penyebab tidak terbitnya Perwako penyaluran BLT itu.

“Dari dinsos belum baik ke atas (datanya – red), saya menunggu data (dari Dinsos-red),” katanya, Jum’at (4/12/20) yang lalu. (Nuel)

Editor : Ode

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here