KARIMUN, SIJORITODAY.com – – Ketua tim koalisi dan relawan pemenangan Paslon Bersinar Suyadi meminta agar KPU Kabupaten Karimun menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tujuh TPS.

Suyadi mengklaim, pihaknya menemukan pelanggaran yang didukung alat bukti pada pemungutan suara 9 Desember yang lalu sehingga perlu dilakukan PSU sesuai dengan Pasal 59 ayat 2 huruf a Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

“Ada 7 TPS yang menjadi prioritas kami karena didukung bukti yang kuat, walaupun yang kami laporkan ke Bawaslu belasan,” katanya, Rabu (16/12/20).

Pelanggaran Pilkada yang ditemukan itu seperti pemilih yang mencoblos menggunakan KK hingga jumlah surat suara di kotak suara melebihi jumlah DPT di TPS.

“Ada yang pemilih mencoblos menggunakan KK, ada yang jumlah surat suara di kotak suara melebihi jumlah pemilih,” tuturnya.

Suyadi juga mengaku telah melaporkan temuan pelanggaran itu ke Bawaslu Kabupaten Karimun, namun hingga kini laporan itu belum ditindaklanjuti.

“Kita laporkan tanggal 11-12, tapi sampai saat ini belum ada perkembangan,” tuturnya.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here