Muhammad Bisri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Bisri angkat bicara terkait potensi kemahalan harga pengadaan masker N95 dan APD.

Kepada media, Bisri mengatakan peniadaan bukti kewajaran kala itu dilakukan akibat situasi darurat Covid-19 dan terbatasnya supplier masker N95 dan APD.

“Kemarin itu kan situasinya darurat, supplier nya pun terbatas. Cuma ada satu itu. Jadi kita minta tolong. mas tolong diadain, nanti sambil jalan disiapkan ( bukti kewajaran harga-red),” katanya, Kamis (28/1).

Bisri juga menegaskan, pada awal penunjukan tender, PT. Pelangi Rapha Semesta merupakan perusahaan penyedia masker dan APD itu telah mencatumkan surat pernyataan harga.

Namun surat pernyataan harga itu tidak disertai lampiran struktur harga dan bukti kewajaran harga itu.

“Surat pernyataan kewajaran harga sudah ada, cuman kan harus ada lampirannya. Lampirannya itu struktur harga sama bukti kewajaran harga itu,” ujarnya.

Bisri juga membeberkan, bahwa PT. Pelangi Rapha Semesta telah menyerahkan bukti kewajaran harga itu.

Selain itu, bukti kewajaran harga itu juga telah dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri.

“Dia udah ngasih, udah di BAP sama BPKP kok,” ucapnya.

Sebelumnya, BPK telah menetapkan pengadaan masker N95 dan APD lengkap yang sebesar 1.232.500.00 Rupiah itu menjadi temuan karena tidak mencantumkan bukti kewajaran harga.

Sementara itu, bila merujuk kepada Surat Edaran Sekda Kepri tanggal 01 April 2020 dan Surat Edaran Kepala LKPP nomor 3 tahun 2020 tentang penjelasan atas pelaksana pengadaan barang/jasa dalam rangka penanganan COVID-19 pada huruf E, Poin 3 diketahui bahwa untuk pengadaan barang PPK meminta penyedia menyiapkan bukti kewajaran harga.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here