
ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menyoroti pengungkapan sekitar 800 kilogram (Kg) Ketamine HCl di wilayah perairan Natuna Utara.
Menurut Aneng, temuan dalam jumlah besar tersebut menjadi peringatan serius terhadap ancaman peredaran narkotika melalui wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri).
Ia menegaskan, perairan Kepri tidak boleh dimanfaatkan jaringan narkotika internasional sebagai jalur masuk maupun distribusi barang terlarang.
“Ini peringatan serius. Wilayah perairan kita tidak boleh menjadi jalur peredaran narkotika. Kami mendukung langkah tegas aparat, memberantas jaringan narkoba dan melindungi generasi muda,” katanya.
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Kepri, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dari hasil pengembangan informasi dan penyelidikan terhadap aktivitas sejumlah kapal yang diduga berkaitan dengan jaringan narkotika, petugas kemudian memeriksa kapal Fuchangxing I.
Pada 24 Agustus 2026, tim gabungan menemukan sekitar 800 Kg barang yang berdasarkan pemeriksaan awal terindikasi mengandung Ketamine HCl.
Barang tersebut ditemukan di bagian buritan kapal dan dikemas dalam 40 karung.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan serta pengujian laboratorium untuk memastikan kandungan dan status hukum barang bukti tersebut.
Aneng menilai pengungkapan tersebut menunjukkan ancaman peredaran narkotika semakin nyata dan modusnya terus berkembang.
Karena itu, ia mendorong pengawasan wilayah perairan Kepri diperkuat melalui sinergi aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan masyarakat.
“Pengungkapan 800 kilogram ketamin ini menunjukkan ancaman narkotika semakin nyata. Kita harus bersama-sama memperkuat pengawasan dan menutup setiap ruang bagi jaringan narkoba untuk merusak generasi bangsa,” ujarnya.
Dalam pengembangan perkara, tim gabungan juga mengamankan kapal MV Ashley pada 25 Agustus 2026.
Kapal tersebut menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami dugaan keterkaitannya dengan perkara yang tengah diselidiki.
Aparat memeriksa dokumen kapal, alat komunikasi, catatan perjalanan hingga sejumlah bagian kapal yang diduga berpotensi digunakan untuk menyembunyikan narkotika maupun barang bukti lainnya.
Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri kemungkinan hubungan antara kedua kapal serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Ancaman peredaran ketamin tidak hanya melalui jalur laut. BNN juga mencatat adanya perkembangan modus penyalahgunaan ketamin melalui perangkat vape.
Sepanjang 2026, BNN telah melakukan pengujian terhadap 1.434 sampel cairan vape. Sebanyak 1.420 sampel di antaranya dilaporkan positif mengandung narkotika, termasuk ketamin.
Ketamin ditemukan dalam bentuk cair pada cartridge vape, termasuk yang dicampur dengan zat narkotika lainnya.
Kondisi tersebut menunjukkan pengawasan terhadap peredaran narkotika perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di wilayah perairan tetapi juga terhadap distribusi dan perkembangan modus penyalahgunaan narkotika.
Tim gabungan BNN dan aparat penegak hukum masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan, menelusuri jalur distribusi serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Bagi Aneng, pengungkapan 800 Kg ketamin tersebut harus menjadi momentum memperkuat pengawasan bersama.
Ia menegaskan posisi strategis perairan Kepri harus dijaga agar tidak menjadi ruang masuk maupun jalur distribusi narkotika yang mengancam masyarakat dan generasi muda.
Penulis: Alex
Editor: Nuel









































