KARIMUN,SIJORITODAY.com – Apel gabungan TNI Polri, Satpol PP dan Gugus Tugas dalam rangka penerapan disiplin dan penegakkan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan Covid-19 dipimpin langsung oleh Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK pada Jumat, 5 Februari 2021, semalam sore.

” Dalam kegiatan Operasi Yustisi tersebut, petugas  melakukan razia menghentikan orang atau pengunjung dan pengendara yang melewati lokasi operasi yang tidak memakai masker ” kata Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK melalui Bagian Humas, Sabtu ( 6/2/2021 ).

Dikatakan Kapolres Karimun, bagi pelanggar protokol kesehatan yang terjaring dalam operasi yustisi diberikan penindakan atau penegakan hukum berupa sanksi denda dan kerja sosial sesuai dengan amanat Peraturan Bupati Karimun Nomor 49 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19.

Selama pelaksanaan operasi yustisi  protokol kesehatan yang dilaksanakan oleh personel gabungan, sebanyak 63 orang terjaring pelanggar protokol kesehatan yang tidak menggunakan masker.

” Dari 63 orang pelanggar protokol kesehatan yang terjaring operasi yustisi tersebut, sebanyak 18 orang pelanggar diberikan sanksi denda administrasi, 45 orang pelanggar diberikan sanksi kerja sosial dan 5 orang pelanggar diberikan teguran tertulis “, terang Kapolres Karimun AKBP M.Adenan, SIK

Sambung Adenan, pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi denda administrasi, total jumlah denda Rp 900.000,- dan ini nanti disetorkan ke kas Daerah pemda Karimun ” , imbuh Kapolres Karimun.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan meminta kepada warga Karimun agar tetap mematuhi prokes.

” Tetap patuhi protokol kesehatan, operasi yustisi gabungan akan terus dilakukan dan sanksi yang diberikan tidak hanya tertulis ataupun kerja sosial tetapi akan ada denda adm diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan “, pungkasnya. (Sunar)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here