TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Berdasarkan cuitan seorang warganet dalam akun Facebooknya yang kesal karena terjaring razia Protokol Kesehatan (Prokes) padahal telah menggunakan masker dan berada di dalam mobil pribadi.

Terlihat pemilik akun dengan nickname Syaiful Bahri itu mengungkapkan kekesalannya terhadap Satuan Polisi Pamong Praja yang menyuruh untuk menurunkan kaca mobil saat razia masker. Namun, karena pengendara mobil berbicara masker pun diturunkan hingga ke dagu hingga akhirnya dikenakan denda.

“Barusan saye bincen kene rampok 50 dengan di bungkus surat denda. padahal saye pakai masker di dalam mobil saya sendiri dan dalam keadaan semua jendela tertutup. tentu penjelasan saye di atas sudah tidak ade kesalahan,” tulis akun Facebook Syaiful Bahri.

“Ketika satpol minta saya turunin kaca mobil dan saya turunin kaca mobil lalu nurunin juga masker tadi tutup hidung saya tarik ke bibir sambil saya bertanya ada apa bang,” lanjutnya.

Pengendara tersebut pun dikenakan denda senilai Rp50 ribu karena dinilai melanggar Prokes.

“Disitulah kesalahan langsung saya di suruh minggir dan di denda 50 atau nyapu jalan dengan alasan tidak memakai masker dengan benar padahal tadinya masker saya tutup sampai hidung,” kesalnya.

Kasatpol PP Kota Tanjungpinang, Ahmad Yadi mengaku bahwa pihaknya telah melakukan penertiban sesuai prosedur.

“Tim razia sudah bekerja dengan profesional, yang melanggar akan dikenakan sanksi, banyak masyarakat yang lewat tidak dikenakan sanksi karena mereka memakai masker dengan benar,” ucar Ahmad Yani melalui Whatsapp, Senin (22/2/2021).

Ia jelaskan, tugasnya menjalankan perwako 44 Tahun 2020.

Padahal, pada perwako tersebut, Bagian Ketiga pasal 6 yang membahas mengenai Tempat dan Fasilitas Umum dijelaskan sebagai berikut :

Tempat dan fasilitas umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 huruf b dan
Pasal S huruf b, meliputi
a.   perkantoran/ tempat kerja, usaha dan industri;
b.   sekolah/ institusi pendidikan lainnya;
c.   tempat ibadah;
d.   stasiun, terminal, pelabuhan, dan bandar udara;
e.   transportasi umum;
f.   toko, pasar modem, dan pasar tradisional;
g.   apotek dan toko obat;
h.   warung makan, rumah makan, cafe dan restoran;
i.   pedagang kaki lima/ lapak jajanan;
j.   perhotelan/penginapan lain yang sejenis;
k.   tempat wisata;
I.    pusat kebugaran/ fasilitas olahraga;
m.   fasilitas pelayanan kesehatan; dan
n.   area publik atau tempat dan fasilitas umum sejenis dan/atau lainnya yang dapat memungkinkan adanya kerumunan massa atau yang harus menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.

Jelas dalam poin tersebut penegakan dilakukan dalam wilayah fasilitas umum yang menimbulkan kerumunan, dan tidak disebutkan kendaraan pribadi tertutup seperti mobil pribadi. (Mis).

Print Friendly, PDF & Email

1 KOMENTAR

  1. Pada Perwako nomor 44 Tahun 2020, untuk perorangan ada ketentuannya di BaB III, Bagian Kedua (Kewajiban), pasal 5 huruf a point ke-1. Bukan di Bagian Ketiga pak….itu untuk Tempat dan Fasilitas Umum, jadi otomatis kendaraan pribadi tak masuk disitu.

    Bagusnya yang di angkat bukan keberadaan pasal yang mengaturnya, karena ternyata ada dan sudah cukup jelas bahwa yang tidak memakai masker dengan benar termasuk perorangan, akan kena sanksi (pakai ataupun tidak pakai mobil) – Cek Bab V, Bagian Kedua (Sanksi) Pasal 9 Ayat 1.

    Coba angkat berita tentang kewajiban Pemko (via Dinas Kominfo) untuk sosialisasi… karena rasanya sosialisasi yang kurang. Tiba2 ada denda saja, tanpa masyarakat tahu isi perwakonya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here