TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 s/d 2018 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut.

Pada Senin (1/03/2021), Penyidik KPK telah selesai melakukan penggeledahan di 4 lokasi berbeda yaitu Kantor Bupati Bintan, Kantor BP Bintan, rumah kediaman Apri Sujadi di Jalan Pramuka Lorong Sumba Tanjungpinang dan rumah kediaman di Jalan Juanda Tanjungpinang.

“Dari 4 lokasi tersebut ditemukan dan diamankan barang bukti diantaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini,” ujar Ali Fikri, Plt Juru Bicara KPK.

Lanjut Ali bahwa dokumen yang ditemukan selanjutnya akan dianalisa oleh KPK Untuk dilakukan penyitaan.

“Selanjutnya seluruh dokumen dimaksud akan di validasi dan dianalisa untuk segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” ucapnya melalui pesan singkat, Selasa (2/3/2021).

Sebelumnya, Jumat (26/01/2021) bertempat di Kantor Kepolisian Tanjungpinang,Tim Penyidik KPK telah memeriksa beberapa saksi, sebagai berikut:

  1. Mardiah (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kab. Bintan Kepala BP Bintan 2011-2016)
  2. Muhammad Hendri (Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bintan & Wakil Kepala BP Bintan Tahun 2011-3013)
  3. Radif Anandra (Anggota (4) Bidang Pengawasan dan Pengendalian BP Bintan Tahun 2016-sekarang)

Para saksi didalami pengetahuannya terkait tugas pokok dan kewenangan serta SOP pelayanan dari BP Bintan.

(Mis)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here