TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Wahyu Wahyudin menyarankan Gubernur dan Wagub Kepri Ansar Ahmad dan Marlin Agustina mengganti Kepala OPD yang tidak mendukung program pemulihan ekonomi dampak dari pandemi COVID-19.

Wahyudin menyebut Kepala OPD harus mengerti, memahami, dan memiliki wawasan luas dalam mendukung tugas Ansar-Marlin menangani COVID-19, baik masalah ekonomi maupun kesehatan masyarakat.

“Jangan sampai salah pilih Kepala OPD, karena Ansar-Marlin tidak bisa kerja sendiri tanpa campur tangan jajaran yang mumpuni,” kata Wahyudin di Tanjungpinang, Selasa.

Dia memastikan DPRD bakal mendukung Pemprov Kepri jadi tim pansel pemilihan Kepala OPD yang berkompeten sesuai bidangnya masing-masing.

“Kalau bisa libatkan Legislatif. Kami khususnya PKS sangat siap membantu,” ujarnya.

Wahyudin turut menyarankan Ansar-Marlin membentuk tim khusus pemulihan ekonomi karena pada tahun 2020 ekonomi di daerah itu mengalami kontraksi 3,20 persen.

Sektor-sektor yang selama ini jadi andalan Kepri, seperti pariwisata dan ekspor turun signifikan.

“Sebaiknya Ansar-Marlin segera membentuk tim pemulihan ekonomi Kepri,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepri periode 2021-2024 Ansar Ahmad mengakui bakal melakukan penyegaran birokrasi di awal kepemimpinannya.

Penyegaran birokrasi dimaksud, kata dia, bukan berarti mengganti seluruh pejabat atau Kepala OPD, melainkan meningkatkan kapasitas kinerja agar sistem pemerintahan berjalan baik dan lebih maksimal.

“Apalagi instsruksi Presiden RI Jokowi, di masa pandemi semua harus bekerja luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ansar menyampaikan fokus menangani pandemi COVID-1 dan pemulihan ekonomi. 

Salah satu upaya pemulihan ekonomi yaitu memberikan relaksasi investasi agar investor berbondong-bondong masuk ke Kepri. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat guna menjaga realisasi investasi di masa pandemi dan tentunya dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

(Mn)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here