TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepri melaksanakan kegiatan pelatihan membatik bagi 9 orang anak-anak penyandang disabilitas binaan Yayasan Lentera Hati Gurindam Tanjungpinang sejak Kamis (25/2) hingga Rabu (10/3) yang akan datang

Kepala DP3AP2KB Kepri, Misni mengatakan, kegiatan pelatihan membatik merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam pemenuhan hak-hak anak penyandang disabilitas.

“Diketahui bahwa saat ini Penyandang Disabilitas belum mendapat tempat di masyarakat. Kehadirannya  masih  dipandang sebelah mata. Keterbatasan yang dimiliki, membuat mereka dianggap sebagai kelompok yang lemah, tidak berdaya dan hanya perlu  mendapatkan belas kasihan,” katanya, Minggu (7/3).

“Hak-hak mereka sebagai manusia seringkali diabaikan. Mulai dari hak untuk hidup, hak untuk memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan hingga  hak kemudahan mengakses fasilitas umum dan juga mendapatkan keterampilan/ life skil untuk pemenuhan kehidupan mereka,” lanjut Misni.

Ia juga menuturkan, pemenuhan hak penyandang disabilitas mendapat perhatian serius dari pemerintah, hal itu tampak dari keseriusan pemerintah dalam menerbitkan UU Nomor 18 Tahun 2018 tengang Disabilitas.

“Untuk  menjamin pemenuhan hak penyandang disabilitas,  pemerintah menerbitkan Undang-undang Nomor 18 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.  Adanya  undang-undang penyadang disabilitas tersebut, tidak saja menjadi payung hukum  bagi penyandang disabilitas, tapi  jaminan  agar kaum disablitas  terhindar dari segala bentuk ketidakadilan, kekerasan dan diskriminasi,” tuturnya.

Misni berharap, pelatihan membatik yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyandang disabilitas agar mendapat kehidupan yang lebih baik.

“Tujuan Pelatihan Membatik ini diharapkan anak-anak penyandang disabilitas dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya untuk kehidupan lebih baik serta ke depannya mampu membuka peluang usaha sendiri dengan keterampilan membatik yang dimiliki,” tuturnya.

Selama pelatihan membatik yang akan berlangsung selama 10 hari itu, penyandang disabilitas akan diajarkan batik cap dan batik tulis. Untuk batik cap beberapa tahapan yang dilakukan dari mulai tahap memilih motif (ada motif merica, ikan napolion, pucuk rebung, tapok leman dll), dilanjutkan mengecap, mewarnai, memblock, pewarnaan dasar, perebusan dan penjemuran. Selanjutnya diajarkan batik tulis dengan motid gonggong.

Selain itu, DP3AP2KB Kepri juga memberikan kesempatan kepada orang tua dari anak disabilitas untuk mengikuti pelatihan menjahit agar bisa tetap memdampingi anak selama kegiatan. (Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here