TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Ketua Dewan Pakar Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kabupaten Bintan, Hasriyawadi alias gentong mengaku telah diminta oleh oleh 7 Perpat Kecamatan agar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua Perpat di Kabupaten itu.

Pasalnya, kepengurusan Perpat Kabupaten Bintan periode 2016-2021 telah habis massanya pada 2 Maret 2021 lalu.

“Ada permintaan teman-teman di 7 Kecamatan agar segera menggelar Musda Pemilihan Ketua baru, sebagai ketua dewan pakar tentu saya akan tindak lanjuti permintaan ini,” kata Gentong dihubungi, Kamis (08/04/2021).

Gentong mengatakan, meski rapat sebelumnya hanya dihadiri perwakilan 7 kecamatan dan 3 kecamatannya yang diwakili Datok Mustofa. Namun dalam waktu dekat, Perpat Bintan akan kembali menggelar rapat bersama pengurus Perpat di 10 kecamatan Kabupaten Bintan lalu meminta pendapat pengurus lainnya agar dapat terselenggara Musda tersebut.

Di lain sisi, Gentong juga tidak ingin soal pengusulan dirinya menjadi ketua menghalangi kader-kader yang ada di Perpat untuk menjadi calon ketua. Ia, selaku ketua dewan pakar akan menjaring pemuda-pemuda di Perpat yang ingin menjadi calon ketua.

“Ceritanya saat mereka berhimpun 7 Kecamatan itu, pas saya datang, mereka langsung nunjuk saya jadi calon ketua, jadi saya bilang carilah yang lain,” kata Gentong.

Menurut Anggota DPRD Kabupaten Bintan ini, organisasi Perpat selalu memberikan kesempatan kepada kader-kader Perpat Bintan yang memiliki potensi dalam mengembangkan organisasi ini kedepan.

Sebagai Ketua Dewan Pakar di organisasi itu, Gentong memiliki rasa tanggungjawab terhadap organisasi kepemudaan tersebut agar berkembang menjadi organisasi yang inovatif dan adaptif.

“Saya ditunjuk, tapi saya tidak mau hanya ditunjuk- tunjuk saja untuk jadi ketua, dalam organisasi memang sah-sah saja pengusulan, tapi ketetapannya ada di Musda, jadi saya katakan lagi, organisasi ini memberi kesempatan kepada siapapun juga warga Bintan yang tergabung dalam Perpat yang berpotensi untuk menjadi ketua,” ujarnya.

Lebih lanjut Gentong mengatakan, Perpat Bintan ingin mandiri, hal itu berdasarkan permintaan dari sejumlah pengurus Perpat Bintan yang tidak ingin bergantung kepada Perpat Batam.

“Mereka ingin mandiri seperti Tanjungpinang, jadi saya bilang AD/ART nya sendiri juga dan nama pun mesti dirubah, karena tidak akan bisa keluar izin jika nama masih sama,” ungkapnya.

Kendati kepengurusan Perpat baru nantinya akan dibentuk, Gentong mengungkapkan keinginannya agar ketua dan anggota dapat saling mengayomi dan saling menghargai satu sama lain.

“Dan organisasi ini jangan dibawa hanya kepentingan dan keinginan ketua saja, harus bersama,” pintanya.

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here