BATAM, SIJORITODAY.com – – Dewan Pendiri Perpat Batam, Saparudin Muda tidak mau menanggapi sejumlah komentar yang dilontarkan Ketua Umum Perpat Tanjungpinang dan Salah satu Pendiri Forum Komunikasi Alumni Mahasiswa Pejuang Provinsi Kepri (FK-AMP2KR) Julyanta Mitra atas rencana aksi unjuk rasa.
Menurutnya, apa yang diucapkan organisasi tersebut tidak ada kaitannya dengan Perpat Batam dan itu sah-sah saja dalam mengeluarkan pendapat di muka umum.
“Siapapun yang berkomentar kita tidak boleh batasi, itu hak mereka,” katanya saat dihubungi, Minggu (11/04).
Belakangan diketahui, Perpat Batam batal menggelar aksi unjuk rasa itu setelah mendapatkan surat balasan dari Kapolresta Barelang.
Perpat Batam pun memaklumi selain faktor COVID-19, masuknya Bulan Suci Ramadhan juga menjadi pertimbangan. Lantas apa yang direncanakan Perpat Batam setelah gagal melakukan aksi demo ?
“Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya nanti, bulan puasa tinggal 1 hari lagi,” jawab Saparudin Muda.
(Red)










































