
TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Ansar Ahmad menargetkan 50 persen warga Kepri sudah divaksinasi Covid-19 pada akhir bulan Juni mendatang.
Hal itu ia sampaikan usai meninjau vaksinisasi Covid-19 sebanyak 600 dosis yang di inisiasi oleh Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepri di Tanjungpinang City Center (TCC) Batu 8 Atas, Sabtu (29/5/2021).
“Saya sudah instruksikan itu ke bupati dan wali kota. Karena itu sekarang kita tengah mendata segala kebutuhan-kebutuhan di setiap Kabupaten/Kota supaya target itu bisa tercapai,” katanya, Sabtu (29/5/2021).
Tak lupa, ia mengimbau seluruh warga Kepri untuk tidak perlu takut menjalani vaksinasi Covid-19. Sebab, vaksin yang disediakan oleh pemerintah, baik Sinovac maupun AstraZaneca sudah terjamin aman sekaligus ampuh meningkatkan imunitas tubuh.
“Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir. Karena vaksin ini Insya Allah bisa menjamin lebih dari 90 persen imunitas seseorang terhadap Covid ini,” ujarnya.
Ansar juga memastikan, setelah hampir 140 ribu warga Kepri yang mendapatkan vaksin. Hingga hari ini belum ada laporan jika warga yang sudah divaksin itu mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang fatal.
“Sekali lagi masyarakat tidak perlu khawatir. Karena kegiatan vaksinasi inikan prosesnya jelas. Ada cek awalnya, kegiatan vaksinasinya dan ada observasinya. Kita juga selalu menekankan ke seluruh vaksinator kita untuk selalu berhati-hati,” jelasnya.
Mantan Bupati Bintan dua periode itu juga menyatakan kesungguhannya dalam menurunkan angka positif Covid-19 di Kepri yang didominasi Kabupaten/Kota dengan zona oranye.
“Saya bersungguh-sungguh memberikan perhatian kepada Covid-19 yang terus berfluktuasi di Kepri ini,” ujarnya.
Bahkan kata Ansar, ia telah menginstruksikan agar para Bupati dan Wali Kota mengoptimalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di tingkat RW dan RT.
Posko PPKM mikro di tingkat RW dan RT bertugas untuk menjaring masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk dibawa ke tempat karantina terpadu.
“Saya udah mengeluarkan instruksi kepada para Bupati dan Wali Kota untuk mengoptimalkan PPKM mikro sekaligus mensosialisasikan PPKM mikro agar masyarakat mengerti bahwa PPKM mikro untuk menjaring masyarakat yang positif Covid-19 untuk dibawa ke tempat karantina terpadu,” tutupnya.
(Nuel)










































