Kepala Dinkes Bintan dr Gama Af Isnaeni

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Bintan beberapa hari terakhir sedikit melambat, dalam sehari warga yang terkonfirmasi berkisar 10 s.d 20 kasus.

Kondisi ini membuat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan dr Gama Af Isnaeni mencurigai jika banyak warga yang takut memeriksakan kesehatannya disaat mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek hingga anosmia.

“Memang trennya agak menurun, namun kita tetap waspada itu turunnya benar atau upaya 3T kita yang kendor. Dalam arti bukan kita yang kendor tapi masyarakat sedikit resistensi,” ungkap Gama, kemarin.

Ia mencontohkan, jika ada warga yang terkonfirmasi positif tidak mau memeriksakan kesehatannya ke layanan kesehatan. Sehingga, upaya untuk melakukan tracing sedikit terhambat.

“Kalau misalkan ada warga, tetangga dan anggota keluarganya yang terkonfirmasi mereka enggan di tracing. Itu yang kita waspadai sehingga angka penurunannya ini benar-benar turun,” paparnya.

Meski begitu, mantan Dirut RSUD Bintan itu mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengikuti vaksinasi.

“Ya tetap harus kita yang disiplin, sehingga tren penurunan kasus yang saat ini kita alami bisa benar-benar turun dan kita kembali kedalam zona hijau,” kata Gama.

Untuk diketahui, data Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri penyebaran kasus di Bintan saat ini berada dalam zona orange dengan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 5.262 kasus atau bertambah 10 kasus pada 14 Agustus 2021.

Sementara kasus aktif yabg masih menjalani isolasi berkurang 9 kasus menjadi 238 kasus dan kasus sembuh bertambah 19 kasus menjadi 4.863 kasus sementara kasus meninggal tetap yakni 161 kasus. (Btn)

Editor : Redaksi

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here