KARIMUN, SIJORITODAY.com – Puluhan pedagang sayur pasar Puan Maimum unjuk rasa melakukan protes atas pengerjaan lapak dagang yang terlalu kecil.

“Pembuatan lapak dagang terlalu kecil untuk kami berjualan sayur. Dengan ukuran panjang 120 meter dan lebar 90 cm ini terlalu sempit,” kata Eli bersama emak emak pedagang sayur lainnya, Sabtu (6/11/2021) kemarin.

Menurut Eli, lapak di pasar yang baru lebih kecil bila dibandingkan dengan lantai dua pasar Maimun.

Bersama emak emak pedagang sayur lainnya, Ely meminta Bupati Karimun agar memperhatikan nasib para pedagang sayur.

“Tolong pak Bupati, bapak lihat langsunglah pembuatan lapak dagang kami yang baru ini, ukurannya terlalu sempit buat kami berjualan,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Anton koordinator emak emak pedagang sayur di pasar Puan Maimun. Ia mengatakan, pembuatan lapak dagang yang sedang dikerjakan memang terlalu sempit ukurannya.

“Dengan lapak dagang dengan ukuran yang sangat sempit, kami memohon kepada Bupati Karimun atau Perusda selaku pengelola pasar untuk melihat langsung bangunan lapak dagang kami yang baru dan beri solusi buat kami,” pintanya.

Meski demikian, Anton turut mengucapkan terima kasih dengan pembangunan pasar baru Puan maimun ini, para pedang sayur yang ada di lantai dua pasar lama puan Maimun tidak repot-repot memindahkan dagangannya.

“Cuma ukuran lapak dagang tempat berjualan terlalu sempit,” ucapnya.

Terpisah, Dirut Perusda Karimun Devanan Syam mengatakan bahwa pengelola pasar telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang sayur yang ada di lantai dua pasar Puan Maimun.

Menurutnya, ukuran lapak pedagang itu sudah pas akibat keterbatasan lahan pasar.

“Lapak dagang yang sedang dikerjakan itu telah sesuai mengingat lahan kita yang sempit dan para pedagang yang banyak berjualan. Belum lagi lahan  parkir yang harus kita pikirkan,” terangnya.

(Sunar)
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here