
BINTAN,SIJORITODAY.com – – Para pengungsi yang tinggal di Bhadra Resort kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut kepastian nasibnya menuju negara ketiga dengan melakukan aksi long march dari Bhadra menuju Kota Tanjungpinang.
Seratusan pengungsi berjalan sambil membentangkan spanduk tuntutan dan berorasi disepanjang jalan. Tiba di Jalan Raya Tanjunguban Km 16, aksi mereka sempat menimbulkan kemacetan karena menutup separuh akses jalan raya.
Petugas kepolisian yang tampak mengawal aksi sempat kerepotan mengatur para pengungsi itu agar tidak mengganggu arus lalu llintas.
Melly (34), salah seorang pengendara sepeda motor sempat komplain karena akses jalannya terganggu. “Ya buru-buru bawa belanjaan mau pulang, eh macet pula kayak begini,” ungkapnya di Jalan Tanjunguban Km 16 Desa Toapaya Selatan, Senin (22/11).
Senada dengan Melly, pengemudi dump truk yang sedang mengangkut muatan Anto juga mengungkapkan hal serupa. Ia yang sedang mengejar target muatan untuk dianter ke tempat tujuan merasa keberatan.
“Kalau mau aksi, jangan lah sampai menggangu seperti ini. Kan kita masyarakat jadi terkena juga dampaknya,” keluhnya.
Ia berharap, aksi para pengungsi ini tidak mengganggu masyarakat yang ingin beraktifitas. “Kalau mau demo, jangan sampai mengganggu masyarakat yang beraktifitas,” sarannya.
Pantauan dilapangan, aksi long march yang dilakukan para pengungsi pencari suaka itu tidak memperdulikan para pengendara. Mereka menutup separuh badan jalan, sehingga kendaraan yang melintas sempat menumpuk dan menimbulkan kemacetan cukup panjang dalam waktu yang tidak lama. (Btn)






































