TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Belajar daring yang berlangsung selama dua tahun akibat pandemi Covid-19 ternyata berdampak negatif terhadap psikologi siswa.
Keadaan itu diungkapkan oleh Siti Amariyah guru produktif SMK N 4 Tanjungpinang yang menyebut belajar daring membuat siswa kurang berkarakter.
“Karakter sih yang lebih dipentingkan karna daring ini jadi kurang sekali,” katanya, Kamis (27/11/2021).
Memang kata Siti, selama 11 tahun ia mengajar, ia menemukan problematika yang berbeda di tiap tahunnya.
Namun kali ini, psikologi siswa dipengaruhi penggunaan sistem daring yang minim interaksi sehingga siswa terkesan kurang sopan dan acuh tak acuh saat belajar tatap muka.
“Terlihat sekali tuh perbedaan nya siswa jadi kurang sopan dan acuh tak acuh sama guru yang bukan jurusannya,” tuturnya.
Dikatakannya, akibat belajar daring, siswa jadi lebih fokus kepada android ketimbang mengikuti pembelajaran di sekolah.
Menurut Siti, psikologi siswa ini hanya dapat diperbaiki melalui belajar tatap muka karena guru dapat mendidik melalui perilaku, tindakan dan reaksi dari setiap wajah muridnya.
“Guru-guru terbiasa mendidik dengan aturan yang berlaku yang ada disekolah dan lebih efektif dilakukan secara langsung,” ungkapnya.
Ia menuturkan kelulusan sekolah yang saat ini cuma diperoleh dengan nilai yang bagus menjadikan murid kurang bersemangat dalam pembelajaran dan tidak menunjukkan kompetensi di ruang kelas.
Siti pun berharap agar kegiatan belajar tatap muka dapat kembali normal seperti sediakala agar mendorong kompetensi setiap siswa sesuai dengan kejuruan mereka dan siswa lebih berakhlak baik.
“Semoga bembelajaran bisa cepat kembali normal yah, supaya upaya mendorong siswa yang berkharakter baik ini lebih maksimal,” harapnya.
(Helen)
Editor: Nuel










































