TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri mendalami pengurangan kuota solar subsidi untuk nelayan.
“Saya mendorong DKP Kepri untuk memeriksa keluhan nelayan itu, apakah benar ada pengurangan kuota solar untuk nelayan?,” katanya, Senin (20/6/2026).
Wahyu sendiri mengaku belum menerima laporan resmi soal pengurangan kuota solar subsidi untuk nelayan itu.
“Sampai saat ini saya belum menerima laporan dari DKP dan nelayan. Saya pun terkejut membaca berita pengurangan solar subsidi untuk nelayan itu,” ujarnya.
Wahyu pun berharap, Pemprov Kepri melaporkan ke Komisi II DPRD Kepri setiap kebijakan pengurangan ataupun penambahan kuota solar subsidi untuk nelayan.
Menurutnya, solar subsidi ini sangat dibutuhkan nelayan untuk melaut demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
“Saya berharap, Pemprov Kepri selalu melapor ke kita kalau ada pengurangan maupun penambahan kuota,” harapnya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Nasrul meminta pemerintah mengembalikan kuota solar subsidi untuk nelayan.
Nasrul mengaku menerima laporan nelayan yang mengeluhkan pengurangan kuota solar subsidi.
“Saya menerima laporan dari warga kalau kuota solar mereka dikurangi dari 120 liter menjadi 30 liter,” katanya, Sabtu (18/6/2026).
Politisi PKS itu pun berharap pemerintah meninjau kembali kebijakan pengurangan kuota solar subsidi untuk nelayan.
“Saya berharap pemerintah mengembalikan kuotanya ke semula yakni 120 liter,” harapnya.
Di tempat terpisah, salah satu nelayan di Tanjungpinang membenarkan adanya pengurangan kuota solar subsidi untuk nelayan itu.
“Benar ada pengurangan, udah lama berlangsung,” ujarnya.
Nelayan itu menuturkan, kuota solar 30 liter hanya dapat digunakan selama 2 hingga 3 hari.
Selain itu, warga juga semakin repot dengan kewajiban mengurus rekomendasi saat kuota 30 liter habis ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau.
“Kalau 30 liter itu palingan untuk 2-3 hari. Harapan kami tetap seperti semula 120 liter,” tuturnya.
Penulis: Alex
Editor: Nuel








































