TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Polisi mengaku sudah memeriksa lima orang saksi atas kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Zulkifli di Jalan Peralatan, Km 7, Tanjungpinang.
Saksi itu di antaranya, Supir Wawako dan Wawako Tanjungpinang, Endang Abdullah serta saksi yang di duga turut melihat awal kejadian.
“Semua yang di dalam mobil sudah kita periksa dan total sekitar lima orang saksi yang sudah di periksa,” kata Kasat Lantas Polres Tanjungpinang, AKP I Made Putra.
Selang beberapa hari sejumlah saksi di periksa, Satlantas Polres Tanjungpinang pada Rabu (16/02) langsung mengamankan Mobil Dinas Wawako Tanjungpinang karena di duga terlibat atas kecelakaan maut yang menimpa Zulkifli.
Kemudian pada Kamis (17/02), Satlantas Polres Tanjungpinang kembali turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan data dan saksi-saksi sebagai bahan penyelidikan.
“Sudah ke TKP lagi untuk mengecek kembali dan mengumpulkan saksi-saksi sebagai bahan penyelidikan,” ucapnya.
Temui Saksi di TKP
Sebelumnya, salah satu saksi di temui SIJORITODAY di rumahnya mengaku, saat kejadian, ia sedang melayani seorang pembeli bunga makam.
Menurut pengakuannya, ia bersama konsumennya itu berteriak ‘ada kelindas’. Ia pun langsung melihat ke tempat di maksud dan langsung berteriak ‘ada tabrakan’.
Kemudian ia mengaku, saat itu ia hanya melihat satu mobil di TKP yakni mobil dinas Wawako Tanjungpinang sementara korban sudah tergeletak di tengah jalan.
Saat itu, ia pun langsung meminta mobil dinas Wawako untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun, ia di halangi supir Wawako yang meminta agar menunggu polisi datang dahulu.
“Saya lagi melayani pembeli bunga, lalu pembeli itu teriak kelindas di barengi suara brak dari arah motor yang jatuh habis itu saya pun teriak ‘ada tabrakan’. Setelah itu baru saya menolong, yang terlihat sama saya cuma satu mobil aja (mobil Fortuner hitam) kenapa, karena saya fokusnya ke korban tadi,” ujarnya.
Saat itu di ungkapkan saksi, korban masih bernafas namun kejang-kejang. Setidaknya ada sekitar 15 menit korban tergeletak tanpa mendapatkan penanganan medis.
Setelah di desak warga yang semakin ramai, korban akhirnya di evakuasi menggunakan mobil dinas Wawako.
“Setelah itukan saya bilang gotong-gotong, tapi supir mobil itu (Wawako) melarang karena menunggu ambulance dan Polisi, sampai sekitar 15 menitan korban tidak mendapat bantuan,” terangnya.
Korban di evakuasi melalui pintu bagasi karena pintu samping tidak muat, agar darah korban tidak berceceran di lantai mobil, tubuh korban pun di alasi dengan terpal.
“Setelah belasan menit berlalu warga sekitar meminta untuk korban di bawa terlebih dahulu untuk mendapat pertolongan, yang kemudian korban di angkut menggunakan mobil Wakil Wali Kota Tanjungpinang menuju RSUP,” tuturnya.
Saksi menambahkan, ia sudah memberikan kesaksian kronologi kecelakaan yang ia lihat kepada polisi.
(Misbach)
Editor : Redaksi
Baca Juga : Plat Mobil Wawako yang di Tahan Polisi dan di TKP Berbeda











































