KARIMUN, SIJORITODAY.com – Elia (31) wasit judi Bable Hotel Satria Tanjung Balai Karimun mengungkapkan kronologi kejadian.
Disampaikan saat di periksa menjadi saksi oleh pihak Reskrim Polres Karimun, Jumat (11/3/2022).
Ibu memiliki empat orang anak ini mengetahui persis peristiwa malam kejadian kekerasan di sertai pemukulan dua remaja berinisial MK dan MD pada Minggu malam (27/2) sekitar pukul 03.00 WIB.
Ia mengatakan, dua korban di pukuli di hadapan inisial M. Selaku pengelola Satria pada saat kejadian. Bahkan malam itu, inisial M suruh menarik napas sebentar terus di pukuli lagi.
” Inisal M memang ada menyuruh hentikan dulu para pemukul kepada korban itu, biar mereka tarik nafas. Ini juga saya utarakan sewaktu saya di periksa di kantor Polisi,” kata Elia.
Disebutkannya, dua orang korban berinisial MK dan MD awalnya datang dengan modal Rp400 ribu.
“Mereka main sampai lima meja, masing-masing meja di isi hingga Rp500 ribu. Sebagai jaminan mereka bilang uang mereka ada di ATM sekitar Rp20 juta maka saya percaya,” kata mantan wasit jekpot bable ini.
Lanjutnya Elia menjelaskan, dua orang pemuda tersebut juga mengatakan akan membayar Rp10 juta seorang.
Hingga sampai koin terakhir total mencapai dua puluh juta seratus ribu rupiah.
Tidak ada kejelasan hingga permainan berakhir Elia pun bertanya kepada keduanya. Ia menyarankan untuk memanggil orang tua dan meminta jaminan.
“Gara-gara permasalahan ini saya di pecat dan disuruh bayar hutang judi tersebut. Kalau tidak motor dan hp saya di tahan pihak Satria sebagai jaminan “, kata Elia.
Namun, pihak Satria inisial M tidak mau perduli terhadap permasalahan yang terjadi. Intinya, uang itu harus di ganti malam itu juga.
“Inisial M menyuruh saya menjual barang yang ada di rumah agar uang dapat kembali. Hal ini juga saya sampaikan ke pihak polisi sewaktu saya di periksa. Saya tidak menggelapkan uang,” ucapnya. (Sunar)
Editor : Liza







































