NATUNA,SIJORITODAY.com – Bupati Natuna Wan Siswandi bertemu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Jenderal TNI Luhut Binsar Pandjaitan.
Membahas mewujudkan Natuna meulnuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang Kemaritiman. Serta pembangunan infrastruktur lainnya.
Pertemuan di Jakarta, Kamis (17/3) di Jakarta.

Selain pertemuan dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Wan Siswandi juga berjumpa langsung dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Serta Sekjen Menteri Dalam Negeri Suhajar untuk memperkuat pengajuan tersebut serta mempercepat nomor reregister pemekaran kecamatan Pulau Panjang dan Kecamatan Seluan.

Wan Siswandi menuturkan, perairan Natuna bagi Indonesia memiliki arti yang sangat penting dan strategis.
Secara geografis, Kepulauan Natuna merupakan batas terluar dari NKRI yang menjadi penentu dari kedaulatan Negara.
Untuk itu tidak ada kata tidak bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Natuna.
Wan Siswandi terus kejar target untuk mewujudkan Natuna menuju KEK Maritim.
Dalam keteranganya, kepada awak media melalui sambungan WhatsApp (WA) pribadinya, menyebutkan, membangun Natuna, harus bergerak cepat.
Salah satunya, jemput anggaran dari pusat mengingat minimnya APBD Natuna.
Di tambah lagi, Natuna terletak berbatasan langsung dengan beberapa negara ASEAN.
Sambung Wan Siswandi, apalagi Natuna memiliki luas wilayah terdiri dari 98 persen laut, dan dua persen lagi daratan. Serta memiliki kekayaan laut yang luar biasa banyak.
“Perairan Natuna bagi Indonesia memiliki arti yang sangat penting dan strategis. Tidak ada kata tidak bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Natuna,” ungkap Wan Siswandi.
Ia meminta beberapa usulan pembangunan peningkatan infrastruktur dasar, seperti persediaan air bersih, listrik, jalan dan jaringan telekomunikasi.
“Hal ini kami sengaja desak ke pemerintah pusat, melalui pak menteri langsung. Agar percepatan pada lima pilar pembangunan di Natuna yang dicanangkan oleh Presiden cepat terwujud. Presiden sudah intruksikan hal tersebut, kita pemerintah daerah seharusnya lebih kooperatif untuk menyambutnya,” terang Bupati Natuna.
Wan Siswandi juga berharap kepada pemerintah pusat agar wacana Natuna menjadi KEK menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Saya menilai wilayah Kepulauan Natuna sangat potensial untuk dijadikan KEK Kelautan. Sebab selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, sudah ada infrastruktur penunjang salah satunya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu yang berlokasi di Selat Lampa,” ungkap Wan Siswandi.
Wan Siswandi optimistis, KEK bisa mendorong tumbuhnya sektor kelautan dan perikanan di Natuna. Sebab bidang-bidang yang terkait dengan sektor kelautan dan perikanan nantinya terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, logistik, hingga pasar.
“Natuna memiliki potensi besar di subsektor perikanan tangkap dan juga perikanan budidaya. Menunjang dijadikan sebagai KEK. Untuk budidaya misalnya, ada ikan napoleon dan kerapu yang nilai ekonominya begitu tinggi. Apalagi pemasarannya sudah merambah pasar ekspor di mana pembeli datang langsung ke keramba-keramba pembudidaya,” ungkap Wan Siswandi.
Menanggapi hal ini, Luhut Binsar Panjaitan merespon baik dan segera membahas hal ini dengan para menteri terkait.(Daeng)
Editor : Liza







































