TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kepulauan Riau mulai mendata jumlah pelaku UMKM dan Koperasi tahun 2022.
Pendataan dilakukan di tiga daerah yakni Batam, Bintan, dan Tanjungpinang mulai 1 April yang lalu.
Kepala Bidang Pengembangan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Endang Suhara mengatakan, pendataan dilakukan secara digital untuk mengetahui pertumbuhan UMKM dan Koperasi.
Diketahui, berdasarkan hasil survey BPS, ada 146.000 UMKM di Kepri pada tahun 2016 dan diprediksi meningkat signifikan hingga tahun ini.
“Pendataan untuk melihat pertumbuhan UMKM di Kepri,” katanya, Rabu (6/4/2022).
Endang menuturkan, hasil pendataan akan digunakan untuk memformulasikan kebijakan yang bisa merangsang pertumbuhan UMKM dan Koperasi di Kepri.
“Dari data yang terhimpun, pemerintah dapat membuat kebijakan yang mempercepat pertumbuhan UMKM,” tuturnya.
Ia pun mengimbau agar pelaku UMKM dapat memberikan informasi yang dibutuhkan petugas Pendataan Lengkap Koperasi, Usaha Mikro, Kecill, dan Menengah (PL-KUMKM).
“Saya berharap pelaku UMKM dapat membantu petugas PL-UMKM dengan memberikan informasi yang sebenarnya,” ujarnya.
Diketahui, Gubernur Ansar Ahmad telah meminta Wali Kota Tanjungpinang, Batam, dan Bupati Bintan untuk mempercepat pendataan UMKM dan Koperasi.
Gubernur meminta agar OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang termasuk wilayah pendataan membantu pelaksanaan PL-KUMKM.
(Nuel)











































