Gemar makan ikan
Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin dalam rapat pembahasan LKPJ APBD 2021 di Gedung Graha Kepri belum lama ini.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengajak masyarakat gemar mengkonsumsi ikan.

Ikan merupakan bahan pangan yang kaya protein dan omega-3 yang mendorong tumbuh kembang dan kecerdasan anak.

Selain itu, ikan juga berfungsi untuk meminimalisir stunting atau tubuh kerdil pada anak.

Pada tahun 2021, Kepri berada di peringkat 33 dari 34 Provinsi soal angka stunting, 16,8 persen.

“Kita ini masyarakat kepulauan, sudah sewajarnya kita cinta hasil perikanan kita, salah satunya dengan gemar makan ikan,” katanya, Selasa (12/4/2022).

Anggota Fraksi PKS ini menuturkan, minat masyarakat Kepri mengkonsumsi ikan mengalami penurunan dalam 2 tahun terakhir.

Pada tahun 2021, Angka Konsumsi Ikan (AKI) Kepri mencapai 65,43 kilogram per kapita lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 66,50 kilogram per kapita.

Kendati demikian, capaian AKI Kepri tahun 2021 masih lebih tinggi dari capaian nasional berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 55,37 kilogram per kapita.

Ia berpendapat, menurunnya minat konsumsi diakibatkan harga ikan yang relatif tinggi dibandingkan harga daging.

“Ada penurunan minat masyarakat mengkonsumsi ikan, OPD terkait harus mencari tahu penyebabnya,” ujarnya.

Wahyu meminta agar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berupaya meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.

DKP perlu memberikan bantuan modernisasi peralatan nelayan, bantuan modal, dan memberikan pelatihan kepada nelayan.

Budidaya perikanan pun perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan produksi perikanan.

Selain itu, DKP perlu berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri dalam pembangunan pasar induk ikan, dan pusat pengelolaan ikan.

Wahyu optimis, jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, produksi perikanan Kepri akan semakin meningkat dan produksi perikanan tidak mudah busuk sehingga harga ikan kian murah.

Semuanya ini akan berpengaruh simultan terhadap peningkatan minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.

“Butuh keseriusan dan kerja keras untuk menggarap perairan yang 96 persen itu, kalau bukan kita siapa lagi, tak mungkin nelayan luar Kepri mengelola itu,” tambahnya.

(Helen)
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here