Ketua Komisi II, Wahyu Wahyudin saat ditemui di Kantor DPRD Kepri, Jum'at (20/5/2022).

BATAM,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin mengaku tak habis pikir bagaimana Kepri yang memiliki laut yang luas, namun masih ada nelayan yang tidak mendapat bantuan BBM bersubsidi.

Di Kota Batam, Wahyu menemukan 6.142 kapal nelayan yang berukuran di bawah 5 Gross ton (GT), 2.041 berbahan bakar Solar dan 4.101 Premium / Pertalite.

Dari jumlah tersebut, hanya 1.631 nelayan yang mendapat BBM bersubsidi, sementara 4.511 belum mendapat BBM bersubsidi.

“Data Dinas Kelautan Batam yang saya peroleh, ada 4.511 nelayan yang tidak dapat subsidi. Melihatnya saja kita miris, padahal kita kelautan,” katanya, Sabtu (21/5/2022).

Wahyu menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan melaut, nelayan yang belum mendapat BBM subsidi meminta bantuan kepada nelayan yang mendapat BBM subsidi.

Nelayan penerima BBM subsidi akan membagikan sebagian jatahnya, namun tentu ini akan mempengaruhi ketahanan bahan bakar untuk melaut.

BBM subsidi ini juga hanya bisa didapatkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN) dan SPBU.

Diketahui, harga Solar subsidi Rp 5.150 per liter, non subsidi Rp16.000 per liter. Sementara Pertalite Rp7.650 per liter. Karena premium sudah tidak Ada lagi.

“Kasihan mereka harus membeli BBM dari nelayan yang mendapat jatah subsidi,” ujarnya.

Untuk mendapatkan kuota BBM subsidi, nelayan harus memiliki NPWP, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP).

Wahyu pun mengkritisi persyaratan ini, menurutnya kapal di bawah 5 GT belum masuk kategori usaha, hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk NPW & TDKP tidak masalah, tapi sangat aneh jika pemerintah meminta harus ada NIB, yang mana NIB sudah termasuk usaha, sedangkan nelayan hanya mencari nafkah sehari-hari untuk bertahan hidup,” tuturnya.

Anggota Fraksi PKS ini pun meminta agar Dinas Kelautan Kota Batam memasukkan 4.511 nelayan yang belum mendapat kuota menjadi penerima BBM subsidi tahun depan.

Wahyu menegaskan akan terus mengawal realisasi ini, apalagi jumlah Rumah Tangga Perikanan di Kota Batam sebanyak 15.815 KK.

“Saya akan kawal ini hingga terealisasi agar yang belum dapat BBM subsidi dapat menjadi penerima manfaat tahun depan,” tegasnya.

Selain itu, Wahyu juga berjanji akan melakukan safari ke tiap Kabupaten/Kota untuk melihat distribusi BBM subsidi untuk nelayan.

Ia memperkirakan masih banyak nelayan yang belum mendapat kuota BBM subsidi, apalagi menurut amanat Permen KP 13 Tahun 2015, BBM subsidi dapat dinikmati hingga kapal berukuran 30 GT.

“Saya akan lihat juga gimana di daerah lain, lebih banyak nggak dari Batam. Ini baru yang 5 GT lho, belum 6-30 GT.” tambahnya.

Penulis: Bora
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here