DPRD Kota Batam bertemu bersama warga Kelurahan Tembesi Tower di ruang kerja ketua DPRD Kota Batam, Jumat (20/5/2022).

BATAM,SIJORITODAY.com – Warga Tembesi Tower, Kecamatan Sagulung menemui Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto.

Warga Tembesi Tower mengadu soal permukiman mereka yang di serobot PT Tanjung Piayu Makmur (PTM). Perusahaan mengaku jika lahan milik mereka.

Diketahui, lahan yang dimaksud ditempati 400 kepala keluarga yang sudah tinggal selama 20 tahun, namun hingga saat ini belum ada kejelasan status lahan warga.

Fahruddin, Ketua Rw 16, Kelurahan Tembesi Tower mengatakan, lahan seluas 16 hektar itu sudah direkomendasikan Pemko Batam sebagai Kampung Tua.

Namun, rekomendasi tak kunjung dijalankan. Kini ada perusahaan yang mengaku sebagai pemilik dan meminta agar warga segera mengosongkan lahan tersebut. Padahal warga sudah memenuhi syarat, warga sudah teraliri listrik dan air.

“Harapannya, BP Batam agar segera menerbitkan faktur Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) dan lain-lain,” kata Fahruddin, Jum’at (20/5/2022).

Setiap tahun, jumlah warga yang berdomisili di lahan tersebut terus bertambah. Masa Wali Kota Batam, Nyat Kadir dan Sekda Mambang Mit menguatkan surat agar lahan tidak dialihkan ke investor.

Lokasi yang ditempati warga mesti tetap sesuai prosedur hukum. Itulah dasarnya, setelah itu, segera diurus agar masyarakat dapat mengurus yang lainya.

Selanjutnya wargapun melakukan pertemuan dengan instansi terkait, jika Kampung Tembesi akan dijadikan pemukiman, warga siap untuk membayar kewajiban yang ditetapkan.

Rekomendasi dari Pemko Batam sudah keluar  untuk pemasangan aliran listrik dan air.

“Mau dijadikan Kampung Tua siap, mau dijadikan pemukiman bayar UWTO siap,” terangnya.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menegaskan, ia akan melindungi segenap kepentingan masyarakat Batam. DPRD mengawasi atau mengontrol terhadap persoalan masyarakat dengan pemerintah.

DPRD juga akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BP Batam pada pekan depan. Ia pun meminta agar seluruh Anggota DPRD turut hadir.

“DPRD akan menjadwalkan untuk Rapat Dengar Pendapat dengan pihak terkait minggu depan,” terangnya.

Ketua Komisi III, Djoko Mulyono menjelaskan, persoalan warga Tembesi Tower sudah berlangsung sejak lama.

Di lokasi tersebut juga sudah ada aktifitas bisnis dan pemukiman, mestinya Pemko Batam memberikan lahan untuk didiami warga.

“Batam menjadi Kota Madani dan modern tentu persoalan masyarakat yang terjadi saat ini akan terus diselesaikan,” tutupnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here