Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin bersama Wakil Ketua II DPRD, Raden Hari Tjahyono dan OPD terkait berkunjung ke kandang pedagang sapi dan kambing di Sei Temiang, Batam, Selasa (31/5/2022).

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin bersama Wakil Ketua II DPRD, Raden Hari Tjahyono berkunjung ke kandang pedagang sapi dan kambing di Sei Temiang, Batam, Selasa (31/5/2022).

Tampak keduanya didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis dan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Kepri.

Rombongan Wahyu Wahyudin pun disambut antusias, tampak 47 anggota Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB) memenuhi kursi yang telah disediakan.

Wahyu mengatakan, kedatangannya untuk mendengarkan langsung keluhan pedagang dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban Idul Adha 1443 Hijriah.

Diketahui, stok hewan kurban saat ini masih jauh dari kata cukup akibat penutupan mobilisasi sapi dari Lampung dan Kuala Tungkal Jambi, di Kota Batam masih kekurangan 3.500 ekor sapi dan 14.000 ekor kambing.

“Stok saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan kurban, bisa-bisa kalau tidak ada yang masuk, ya Idul Adha tanpa penyembelihan hewan kurban,” katanya, Selasa (31/5/2022).

Politisi PKS itu pun meminta agar pemerintah pusat memberikan diskresi khusus pengiriman hewan kurban dari luar daerah ke Kepri.

Wahyu mengaku khawatir, terbatasnya jumlah stok kurban akan menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam yang sudah bertekad untuk berkurban.

“Ini perlu jadi perhatian serius pemerintah pusat,” pintanya.

Diketahui, pedagang hewan kurban di Batam juga telah menyiapkan protokol kesehatan mulai dari kedatangan hingga distribusi ke masyarakat untuk meminimalisir penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Wahyu menegaskan akan membawa keluhan pedagang ini ke dalam rapat bersama Satgas Penanganan PMK Kepri pada Kamis (2/6/2022) lusa.

Ia menambahkan, Komisi II akan terus mendorong Pemprov Kepri mewujudkan swasembada hewan kurban minimal 30 persen di tahun mendatang.

“Kepada umat muslim mohon bersabar, kami di Komisi II DPRD Kepri bertanggung jawab sepenuhnya. InsyaAllah Kamis kami rapat dengan seluruh Satgas di Kepri,” ujarnya.

Penasihat APHTB Batam, Muhammad Musofa berharap, kedatangan Wahyu dan OPD terkait dapat membuat pengiriman sapi dan kambing dari luar daerah ke Kepri kembali normal.

Idul Adha kata Musofa, merupakan hari besar keagamaan dan selalu dinantikan umat Islam. Jika pengiriman terhambat, maka bukan tidak mungkin perayaan Idul Adha tanpa penyembelihan hewan kurban.

“Yang paling rugi adalah umat Islam tidak bisa melaksanakan ibadah penyembelihan hewan kurban, itu hanya setahun sekali, umur manusia tiada yang tahun,” ucapnya.

Musofa pun meminta agar Pemprov Kepri sudah dapat memberikan kejelasan pengiriman hewan kurban selama beberapa hari ke depan.

“Harapan kita 2-3 hari ini kita eksekusi memberangkatkan hewan ternak dari Lampung,” pintanya.

Penulis: Bora
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here