BINTAN,SIJORITODAY.com – – Kasus perampokan di Kampus STAIN SAR Kepri di Jalan Lintas Barat Kecamatan Toapaya, hingga saat ini belum terungkap siapa pelakunya.
Komplotan perampok yang berhasil mengambil server rekaman CCTv membuat penyidik kepolisian kesulitan mengenali ciri-ciri pelaku. Namun terbaru, penyidik sempat menemukan sidik jari yang menempel di gagang pintu salah satu ruangan kampus.
Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono menyampaikan jika sidik jari yang ditemukan penyidik ternyata milik staff kampus. “Kemarin kita dapat (sidik jari) itu bekas di pintu ternyata punya karyawan,” ungkap Tidar.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus perampokan itu. Banyak kendala yang dihadapi kepolisian seperti tidak adanya jejak digital yang ditinggalkan para pelaku.
Selain itu, modus para pelaku belum bisa disimpulkan lantaran tidak ada benda berharga yang hilang. “Jadi kita melakukan penyelidikan secara konvensional. Secara bertahap masih berlanjut penyelidikannya,” ucap Tidar.
“Tidak ada berkas-berkas penting ataupun hal-hal yang menjadi atensi dari STAIN yang hilang hanya uang Rp 700.000 itu pun diambil dari dompet penjaga,” sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi kawanan perampok yang membobol kampus STAIN SAR Kepri pada Jum’at (10/6) lalu.
Kawanan rampok itu menyekap 6 orang termasuk security kampus yang jaga malam. Mereka diikat dan ditutup mulutnya menggunakan lakban.
Berkas dibobol dan server rekaman CCTV dirusak para kawanan perampok untuk menghilangkan jejaknya. (oxy)







































