Dedi Syahputra, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Anambas.

ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Nelayan di Kabupaten Anambas masih mengeluhkan kelangkaan BBM jenis solar yang sudah terjadi sejak Maret tahun 2022.

Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Anambas, Dedi Syahputra mengatakan, kelangkaan akibat tidak seimbang nya kuota solar dan kebutuhan nelayan.

Ia menyebut, kebutuhan solar nelayan sekitar 900-1.000 kilo liter per bulannya, sementara kuota yang diberikan hanya 321 kilo liter per bulan, itu pun turut dikonsumsi masyarakat di luar nelayan.

“Salah satu faktor utama karena tidak seimbangnya antara kouta solar subsidi yang diberikan oleh BPH Migas melalui Pertamina dengan kebutuhan sektor perikanan,” katanya, Sabtu (9/7/2022).

Dedi pun mendesak Pemkab Anambas menyampaikan usulan penambahan kuota solar kepada Pemprov Kepri, Pertamina dan BPH Migas di tahun mendatang.

Selain penambahan kuota, Dedi juga meminta pemerintah mengawasi alur distribusi solar hingga sampai ke nelayan agar BBM subsidi tepat sasaran.

“Sebenarnya aturan terkait BBM Jenis Tertentu sudah jelas diatur siapa saja kelompok penerimanya. Di Anambas semua menikmati BBM jenis solar,” ungkapnya.

Dedi juga meminta agar Gubernur Ansar Ahmad mengoptimalkan pengawasan terhadap kapal ikan melakukan aktivitas tangkap di sepanjang 0-12 mil.

“Kami menilai Gubernur, belum hadir terkait keluhan nelayan di Kepri. Baik terkait penyediaan kebutuhan dasar nelayan melaut (solar) dan maraknya aktivitas kapal ikan dari daerah lain secara ilegal beroperasi di wilayah 12 Mil dari pulau terluar,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here