TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Kepri Fraksi Nasdem, Wirya Putra Silalahi mengaku tidak terlalu mempercayai elektabilitas hasil penelitian sejumlah lembaga survei.
Bukan tak beralasan, Wirya mengaku berkaca pada Pileg tahun 2019, saat itu menurut survei Litbang Kompas elektabilitas Nasdem hanya 2,6 persen atau tidak lulus senayan, namun nyatanya berdasarkan hasil akhir penghitungan suara KPU, Nasdem berhasil meraih suara 9,05 persen dan lulus ke senayan.
Anggota Komisi IV itu menerangkan, lembaga survei hanya menguji elektabilitas partai politik, namun tidak dengan Caleg-caleg yang di dukung partai.
Padahal kata Wirya, perolehan suara partai dipengaruhi oleh masing-masing Caleg yang tampil di masing-masing Dapil.
“Hasil survei semacam itu hanya elektabilitas (keterpilihan) partai, belum termasuk pengaruh Caleg. Bisa digunakan sebagai clue (petunjuk), sedangkan hasil akhir suara resmi, masih ditentukan oleh Caleg yang dimajukan,” katanya, Senin (11/7/2022).
Wirya menjelaskan, masyarakat pemilih terbagi ke dalam dua kelompok besar yakni pemilih yang menyukai suatu partai tertentu dan pemilih yang menyukai Caleg tertentu.
Pemilih Parpol biasanya akan mendukung Caleg yang berasal dari partai tertentu, tanpa mencari tahu program-program kerja dan track record nya.
Berbeda dengan pemilih Parpol, pemilih Caleg biasanya tidak melihat partai pengusung dan memilih Caleg yang ia sukai, ini sudah tentu menjadi suara bagi partai.
“Kita tahu, banyak Caleg yang pindah partai, namun tetap maju dari dapil yang sama. Hasilnya, kembali menjadi anggota dewan. Maka dia membawa suara bagi partai sesuatu yang tidak terekam dalam elektabilitas partai. Jadi pengaruh Caleg sangat besar menjadi vote getter (penjaring suara),” terangnya.
Wirya pun mengumpamakan jika Parpol laksana klub sepak bola yang prestasinya ditentukan oleh para pemain.
Sebab itu, banyak klub sepak bola yang rela menggelontorkan dana besar hanya untuk mendapatkan pemain bagus.
“Ronaldo, Lionel Messi misalnya, adalah dua pemain yang sangat berpengaruh. Banyak klub yang mau membeli mereka, asalkan mampu membayar biaya transfer,” tambahnya. (*)
Editor: Nuel






































