Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur dalam rapat kerja pembahasan penyaluran beasiswa mahasiswa dengan Biro Kesra Setdaprov Kepri di Graha Kepri, Batam, Senin (11/7/2022). F:Sijoritoday.com/istimewa

BATAM,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur meminta Pemprov Kepri menyediakan kluster beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu tahun ini.

Sirajudin mengaku kecewa dengan Biro Kesra karena beasiswa Rp4,5 miliar hanya diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi, tidak untuk mahasiswa kurang mampu.

Seyogyanya, beasiswa bertujuan agar masyarakat kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

“Jika program beasiswa ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas SDM dan mengurangi resiko sosial, maka beasiswa untuk masyarakat kurang mampu ini adalah satu solusi,” katanya, Senin (11/7/2022).

Sirajudin menegaskan, beasiswa yang hanya diperuntukan bagi mahasiswa berprestasi tidak menyelesaikan masalah kesenjangan mutu sumber daya manusia.

Kesenjangan terjadi karena rendahnya serapan lulusan SMA/SMK dari masyarakat kurang mampu yang melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

“Masalah mendasar kita di Kepri adalah kesenjangan mutu SDM, tidak hanya antar Kabupaten/Kota tapi juga antar struktur sosial. Jadi solusinya bantu mereka yang kurang mampu untuk bisa kuliah juga,” tegasnya.

Anggota DPRD Kepri 2 periode ini pun meminta Pemprov Kepri bermitra dengan Perguruan Tinggi. Hanya dengan bermitra, beasiswa dapat dinikmati mahasiswa kurang mampu di tiap kampus di Kepri.

“Jadi sistemnya beasiswa kemitraan. Ini lebih efektif dilakukan, baik dari sisi teknis penyaluran maupun dari sasaran beasiswa karena bisa diakses mahasiswa kurang mampu,” pintanya.

Sirajudin juga meminta agar Gubernur Ansar Ahmad melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) meningkatkan anggaran beasiswa di tahun 2023.

“Kalau anggaran bertambah, kan kuota juga bertambah. Program beasiswa harus menjadi program prioritas pemerintah,” pintanya.

Diketahui, beasiswa Rp4,5 miliar akan disalurkan kepada 850 mahasiswa berprestasi yang terdiri dari 300 mahasiswa D-III, 400 mahasiswa D-IV dan sarjana, 100 mahasiswa magister, dan 50 mahasiswa sarjana dan magister luar negara.

Sebelumnya, pada 3 Juli 2022, Kepala Biro Kesra Setdaprov Kepri, Aiyub mengatakan, penyaluran beasiswa tinggal menunggu arahan Gubernur Ansar Ahmad.

Pihaknya tengah merancang sebuah aplikasi yang nantinya dilaunching Ansar. Aplikasi ini akan digunakan mahasiswa untuk mendaftar dan mengunggah persyaratan.

“Beasiswa tunggu Gubernur launching, nanti pendaftaran kita gunakan aplikasi,” tambahnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here