BINTAN,SIJORITODAY.com – – PT Bintan Inti Sukses (BIS) telah menetapkan kenaikan tarif sewa lapak bagi pedagang yang berjualan di pasar Barek Motor, Pasar Inpres Kijang dan Pasar Kawal, mulai tahun ini.
Kenaikan tarif sewa lapak kepada pedagang disebut-sebut sebagai upaya PT BIS memunculkan oknum-oknum yang terlibat dalam ‘mafia’ lapak pasar. Hal ini disampaikan Komisaris PT BIS Hafizar saat diwawancara di Aula Kantor Bupati Bintan, Jum’at (15/7) pagi.
“Dengan kenaikan tarif pasti nanti ada yang muncul (mafia lapak),” ungkapnya.
Dirinya mengetahui hal tersebut langsung dari Direktur PT BIS Susilawati. Hafizar mengatakan, jika ada informasi ‘mafia’ lapak pasar yang mencoba bermain mencari keuntungan.
“Ada informasi itu, makanya bagaimana kita melakukan upaya untuk menghentikan itu,” paparnya.
Modus yang dilakukan para mafia lapak itu dengan mengewakan kembali lapak yang disewanya dari PT BIS kepada warga yang ingin berjualan. Tentunya dengan tarif yang lebih mahal.
Hafizar mengatakan, jika dengan menaikkan tarif sewa tentu akan memunculkan gejolak para pedagang dan secara tidak langsung akan memunculkan para ‘mafia’ yang disebutnya bermain.
Namun demikian, kenaikan tarif tersebut merupakan salah satu upaya PT BIS memperbaiki sarana prasaran infrastruktur pasar yang dikelola agar nyaman bagi pedagang dan pembeli.
Menurut Hafizar, kenaikan tarif sewa lapak pasar yang dikelola PT BIS masih jauh lebih murah dibandingkan dengan tarif di Pasar Bintan Center Tanjungpinang.
“Kalau kita setahun itu sekitar Rp 7,2 juta, di Pasar Bintan Center itu paling murah Rp 18 juta setahun,” ungkapnya.
Hafizar juga mengatakan, dengan menaikkan tarif sewa lapak tentu akan berdampak positif bagi daerah. Sebab, dengan tarif sewa yang baru setahun PT BIS bisa meraup untung sekitar Rp 200 s.d 300 juta.
“Perhitungan kita setahun bisa Rp 200an juta dari pasar saja. Secara keseluruhan bisa Rp 1 M laba bruto yang kita hasilkan dari seluruh aset yang dikelola PT BIS,” tutupnya. (oxy)










































