
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Ketua Dewan Kesenian Kepulauan Riau, Raja Ahmad Helmi mengakui jika pengurus Dewan Kesenian Kepri periode 2019-2024 belum dilantik sejak Musda di Hotel Bintan Plaza pada Senin (22/7/2019) silam.
Kendati belum dilantik, Dewan Kesenian Kepri terus memberikan sumbangsih untuk pembangunan daerah dengan mengikuti Musrenbang tingkat Provinsi setiap tahunnya.
Helmi mengatakan, Dewan Kesenian Kepri juga terus mengajukan usulan-usulan program kerja ke Pemprov Kepri, namun pandemi Covid-19 dan pergantian Kepala Daerah menyebabkan terjadinya pergeseran mata anggaran.
“Di era kepemimpinan saya mendapatkan banyak hambatan terutama pada kebijakan anggaran Pemprov Kepri dimana harus berhadapan dengan tahun politik 2019 itu dan berlanjut dengan pandemi Covid-19,” katanya, Selasa (26/7/2022).
Helmi menegaskan, selama kepemimpinannya, Dewan Kesenian Kepri tidak pernah mengemis seremonial pelantikan apalagi anggaran.
Ia selalu menekankan kepada pengurus agar bermarwah walaupun kekurangan anggaran. Pengurus tetap berkesenian meskipun secara swadaya menggunakan uang saku pribadi.
“Saya lebih mengarahkan pengurus di 6 komite (Musik, Tari, Sastra, Seni Rupa, Teater dan Fotografi Film) untuk tetap lanjut berkesenian secara mandiri dan membaca peluang selain pemerintah bahkan swadaya pakai kantong sendiri, walau tak punya kantor Sekretariat DKKR tetap jalan bekerja sekuat mampu kita,” ujarnya.
Meski demikian, Helmi tetap berharap agar Gubernur Ansar Ahmad memberikan perhatian terhadap organisasi seni yang terbentuk sejak tahun 2005 itu.
Ia mengaku kerap memberikan jawaban klise jika Dewan Kesenian Provinsi lain menanyakan ketersediaan fasilitas Taman Budaya dan Gedung Kesenian, padahal Kepri merupakan daerah yang kental akan budaya Melayu.
“Semoga ke depan bapak Gubernur kita yang sekarang akan menjadi Gubernur yang berjasa membangun Taman Budaya bahkan Gedung Kesenian Kepri terhebat se-Asia Tenggara dan ini janji beliau akan menjadikan Kepri yang berbudaya,” ungkapnya.
Helmi optimis, Ansar Ahmad dan Dinas Kebudayaan akan menjadi mitra Dewan Kesenian Kepri membangun seni budaya yang bertamadun tinggi.
Ia berkeinginan agar Dewan Kesenian menjadi wadah untuk menjamin kesejahteraan para seniman dan budayawan di masa yang akan datang.
Untuk itu, ia mendorong agar Ansar Ahmad menerbitkan Peraturan Gubernur untuk mengokohkan kedudukan Dewan Kesenian.
“Kawan-kawan seniman sepakat untuk mengupayakan Pergub, Perbup dan Perwako sebagai perangkat hukum untuk kelangsungan Dewan Kesenian,” terangnya.
Tak lupa, Helmi mengapresiasi Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur yang mengamati bahwa selama ini, Dewan Kesenian luput dari perhatian pemerintah.
Ia pun meminta agar Sirajudin terus mendorong Dewan Kesenian menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelestarian dan menjamin kesejahteraan seniman dan budayawan.
“Dewan Kesenian tak bisa berbuat lebih jika seniman-seniman datang mengadu soal panggung tempat mencari hidup hilang bahkan alat-alat utk berkesenian terpaksa dijual karena kondisi ekonomi hancur disebabkan pandemi Covid-19,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kepri, Deddy Eka Saputra mengaku tidak mengetahui penyebab Dewan Kesenian tak kunjung dilantik.
Deddy menambahkan, setakat ini, belum ada pembicaraan pelantikan antara Dewan Kesenian dan Dinas Kebudayaan.
Kendati demikian, Deddy memastikan komunikasi dengan Dewan Kesenian masih berjalan baik dan lancar.
“Saya tak mengetahui duduk persoalannya sebab Dewan Kesenian juga tidak ada komunikasi soal pelantikan ke kami,” tambahnya.
Penulis: Nuel











































