
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Riau, T.S Arif Fadilah membeberkan penyebab kenaikan harga komoditas ikan air laut belakangan ini.
Ia mengatakan, kenaikan harga disebabkan mahal dan terbatasnya BBM jenis solar sehingga menyebabkan biaya produksi nelayan membengkak.
“Di satu sisi nggak bisa melaut karena harga BBM yang tinggi. Biasanya nelayan sekali melaut selama 41 hari, kini menjadi 17 hari karena minyaknya terbatas,” katanya, Senin (1/8/2022).
Berdasarkan pantauan di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, per 30 Juli 2022, harga ikan tongkol jenis putih dijual Rp35 ribu per kilo, dan ikan tongkol Rp25 ribu per kilo.
โKalau dibanding-bandingkan dengan hari-hari sebelumnya, sekarang memang harganya lagi naik dikit kita gak tau kenapa,โ kata Aheng, pedagang ikan di Pasar Bintan Center Tanjungpinang.
Ikan selar yang biasanya hanya dijual Rp35 ribu per kilogram saat ini dijual dengan kisaran harga Rp45 ribu hingga Rp50 ribu perkilogram.
“Ikan selar dijual dengan harga Rp45 ribu perkilogram dengan harga tertinggi Rp50 ribu perkilogram. Yang kecil anaknya Rp25 ribu, benggol tak ada jual,” tuturnya.
Sementara itu untuk harga udang jenis tambak yang sebelumnya mengalami penurunan di harga Rp95 ribu per kilogram kini kembali ke harga awal Rp110 ribu per kilogram.
Penulis: Nuel







































