Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin saat menjadi narasumber di rapat koordinasi yang ditaja Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kepri di Bintan Agro Beach Resort dan SPA, Kamis (4/8/2022).

BATAM,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mendorong pelaku UMKM memanfaatkan media sosial sebagai tempat mempromosikan atau branding produk.

Saat ini kata Wahyu, media sosial merupakan platform paling efektif mempromosikan produk. Bahkan, tak sedikit pula pelaku UMKM yang telah berhasil.

“Pelaku UMKM harus memanfaatkan Medsos, sudah banyak yang berhasil, jangankan barang baru, barang seken pun banyak yang jual di Medsos,” katanya, Sabtu (6/8/2022).

Kendati demikian, pelaku UMKM pemula masih banyak yang belum ahli menggunakan media sosial.

Ia pun meminta agar Dinas Koperasi, UKM Kepri melakukan pembinaan mulai dari pembuatan akun media sosial, menentukan visual identity, memberikan template desain produk untuk dipasarkan melalui platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Tik Tok).

Selain itu, Dinas Koperasi, UKM Kepri juga perlu memberikan pendampingan dalam penyusunan brand plan produk UMKM.

“Pendampingan meliputi menentukan value, positioning, personality. Outputnya UMKM memiliki brand plan sebagai acuan dalam proses branding produknya yang dijalankan secara continue dan konsisten,” ujarnya.

Anggota Fraksi PKS itu mengusulkan agar Dinas Koperasi, UKM Kepri membentuk tim khusus yang mempercepat pertumbuhan UMKM. Apalagi, Kepri sudah ditetapkan sebagai hub ekspor produk UMKM Indonesia wilayah Barat.

“Kepri jangan hanya jadi tempat singgah barang ekspor UMKM, tapi harus jadi pelaku ekspor,” ucapnya.

Wahyu menambahkan, modal usaha masih menjadi momok tumbuh kembang UMKM. Ia pun meminta agar menyiapkan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM terlatih.

Dinas Koperasi, UKM Kepri bisa melanjutkan bantuan modal usaha bunga nol persen atau realisasi Lembaga Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida).

“Untuk meminjam modal usaha di bank, pelaku UMKM masih mengagunkan sertifikat tanah atau BPKB kendaraan, kan miris,” tambahnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here