TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Museum Tanjungpinang yang bernama Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah kesulitan meningkatan Standar Museum akibat kekurangan infrastruktur dan SDM
Bagi Ivan Kurniawan selaku Kepala UPTD Museum Sultan Suliman Badrul Alamsyah, pembangunan Museum yang indah dan terawat tentu dapat meningkatkan kualitas museum, peningkatan kualitas Museum tentu pula bisa menaikkan standar Museum Tanjungpinang.
Namun Ivan menyayangkan bahwa dalam upaya peningkatan kualitas museum tersebut, anggaran museum pertahun tidak mencukupi terjadinya perawatan secara maksimal sehingga sulit untuk menaikkan standar Museum.
Tidak hanya Infrastruktur museum yang perlu dibenahi, baginya penambahan kuantitas SDM pengelola museum juga dirasa menjadi hambatan untuk saat ini.
“Untuk sekarang museum kita itu memiliki predikat B dalam hal standar nasional, untuk meningkatkannya ke A tentu harus ada peningkatan infrastruktur struktur dan jumlah SDM,” katanya Senin, (8/8/2022)
Katanya, untuk sekarang museum hanya memiliki 1 Kurator dan 3 Pramu Museum. Untuk meningkatkan standar ini maka perlu penambahan Kurator dan Pramu Museum, tidak hanya itu perlu ditambahkan Arkeolog atau Antropolog juga.
“Sekarang ini kan kami hanya punya 1 Kurator dan 3 Pramu Museum, kalau kita mau tingkatkan ke A tentu perlu penambahan, Kuratornya ditambah, Pramu Museum nya ditambah, juga Arkeolog atau Antropolog harus ada di Museum ini, sekarang kan tidak ada,” jelas Ivan.
Ivan menyebutkan bahwa untuk menambah SDM, pihak museum tidak bisa menambahkan secara langsung, hal tersebut hanya bisa melalui CPNS.
“Nah kalau untuk menambahnya kan harus CPNS mas, harus dari pemerintah kota Tanjungpinang membuka lowongan di CPNS baru kami bisa tambah lagi orangnya, barulah bisa kita ajukan standarisasi museum,” ujarnya.
Perlu diketahui melalui data yang diperoleh, di Indonesia hanya ada 8 persen museum memiliki predikat A dan 13 persen untuk museum dengan predikat B kemudian predikat C berjumlah 40 persen setelah itu sisanya tidak memiliki predikat.
Ivan berharap pemerintah melirik pembenahan Museum Tanjungpinang sebagai cagar budaya yang memiliki nilai pariwisata, walaupun tidak menjadi prioritas, baginya museum adalah tempat sejarah-sejarah lokal berada sehingga masyarakat tahu.
“Memang museum ini mungkin tidak menjadi prioritas seperti pendidikan dan kesehatan, tapi kan Museum juga sebagai tempat budaya dan sejarah masyarakat, dan akan menjadi keuntungan pariwisata jika Museum nya bagus,” tambahnya.
Penulis: Ade
Editor: Nuel
Baca juga: Kepri Mesti Punya Gedung Kesenian dan Museum Sejarah Berstandar Nasional








































