TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Museum Sultan Badrul Alamsyah Kekurangan Anggaran dalam melakukan Pengelolaan, Perawatan dan Peningkatan Kualitas Museum.
Kepala UPTD Museum Badrul Alamsyah, Ivan Kurniawan mengungkapkan bahwa biaya pengelolaan dan perawatan Museum belum dapat mencukupi untuk peningkatan kualitas Museum.
Pasalnya, anggaran Rp50 juta untuk mengelola Museum harus terbagi dalam beberapa hal, seperti peralatan kantor, sarana dan prasarana, kebersihan sampai perawatan gedung dan koleksi Museum.
“Untuk anggaran tahun ini sebanyak Rp50 juta, itu kan nggak cukup untuk kita buat pengembangan, renovasi dan perawatan koleksi,” katanya, Senin (8/8/2022).
“Kita untuk ATK saja udah kena berapa, peralatan kantor dan lain semacamnya, kemudian kebersihan, sarana dan prasarana kemudian perawatan gedung dan koleksi,” lanjutnya.
Diketahui, Museum ini memiliki 2.162 koleksi yang terdiri dari etnografika, arkeologis, keramologika, filologika, teknologika, numismatika/heraldika dan historika dengan 5 masterpiece, cogan replika ketiga, caping emas, sendok emas, piring dan mangkok emas hingga alat hisap candu.
Ia berharap, ada peningkatan anggaran di tahun selanjutnya, sehingga perbaikan-perbaikan dapat dilakukan dengan maksimal dan meningkatnya jumlah pengunjung.
“Ya saya harap ini bisa ditingkatkan ditahun selanjutnya, sehingga pembangunan infrastruktur Museum, perawatan koleksi itu bisa dilakukan secara maksimal jadi dapat menarik peminat khususnya masyarkat Tanjungpinang untuk berkunjung ke Museum,” harapnya.
Ivan menambahkan, sepanjang tahun 2019, jumlah kunjungan Museum Tanjungpinang mencapai 7000 lebih pengunjung, pada tahun 2020 menurun karena Covid-19 menjadi 2.232 orang dan meningkat kembali pada tahun 2021 menjadi 3.866 orang dari berbagai kalangan seperti pelajar dan umum.
Dengan anggaran terbatas, Ivan tak surut arah untuk terus melakukan upaya dengan mengadakan beberapa kegiatan demi meningkatnya jumlah pengunjung museum seperti kunjungan ke sekolah, pameran hingga lomba.
“Dua tahun ini kita sudah lakukan kegiatan seperti Museum masuk sekolah, untuk memberi informasi koleksi dan sejarah, lalu kemarin kita buat pameran temporer dengan paguyuban dan bulan Agustus ini kami buat macam-macam lomba, seperti fotografi, pembacaan hikayat dan melukis,” tambahnya.
Penulis: Ade
Editor: Nuel








































