Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin saat menjajal wisata jet ski di Jembatan Barelang Batam.

BATAM,SIJORITODAY.com – Indonesia masuk dalam 10 negara yang akan menawarkan visa nomaden digital khusus warga asing yang bekerja sambil berwisata di Indonesia.

Nomaden digital bisa berasal dari pekerja tetap yang bekerja pada suatu perusahaan dengan waktu dan tempat yang fleksibel.

Terobosan ini diyakini akan meningkatkan jumlah kunjungan, lama tinggal, dan pengeluaran wisatawan asing di Indonesia.

Pemerintah pun sudah berencana menjadikan Bali sebagai pilot project pelaksanaan visa nomaden di Indonesia.

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta agar peluang ini dimanfaatkan Pemprov Kepri untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing.

Secara geografis, Kepri berada di perbatasan negara dengan berbagai jenis destinasi wisata unggulan khususnya di Kota Batam dan Kabupaten Bintan.

Wahyu pun mendorong agar Gubernur Ansar Ahmad mulai membenahi infrastruktur pendukung.

“Visa nomaden harus dimanfaatkan Kepri, Gubernur perlu menyiapkan infrastruktur pendukung sedari dini,” katanya, Selasa (9/8/2022).

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat, jumlah kunjungan Wisman ke Kepri sebanyak 2.864.795 jiwa pada tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.

Jumlah kunjungan ini menjadikan Kepri sebagai Provinsi dengan kunjungan Wisman terbanyak setelah Bali.

Wahyu optimis, jumlah kunjungan ini akan meningkat jika Kepri termasuk Provinsi pemberlakuan visa nomaden, apalagi kasus Covid-19 terus menunjukkan penurunan.

“Bayangkan berapa perputaran uang di Kepri, Wisman bekerja di luar negeri tapi tinggal dan makannya di Kepri,” tuturnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here