Para nelayan saat melakukan orasi di depan Kantor DPRD Bintan menolak keberadaan kapal cantrang, kapal trawl dan kapal mini trawl, Senin (22/8). Foto oleh oxy

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Puluhan nelayan dari berbagai daerah yang ada di Bintan melakukan orasi di depan Kantor DPRD Bintan, Senin (22/8) pukul 10.30 WIB.

Kedatangan mereka untuk meminta para wakil rakyat untuk mendesak pemerintah mengambil kebijakan terkait keberadaan kapal cantrang, trawl dan mini trawl yang beroperasi di perairan Bintan.

Yadi, koordinator masa yang hadir menyampaikan jika keberadaan kapal cantrang, kapal trawl dan kapal mini trawl terpantau berada di perairan Merapas, Numbing dan juga Mantang.

Ia mengatakan, sejak keberadaan kapal penangkap ikan dari luar Pulau Bintan itu sangat merugikan. Bahkan, alat tangkap yang mereka pasang juga ikut rusak akibat cara tangkap kapal-kapal tersebut.

“Bubuh yang kami pasang pun ikut tersapu sama mereka,” ungkap Yadi di depan Kantor DPRD Bintan.

Akibatnya, para nelayan mengalami kerugian hingga puluhan juta. Hal ini disebabkan bubuh yang mereka pasang disapu jaring dari kapal cantrang, trawl dan mini trawl.

“1 bubuh itu kami buat dengan kisaran harga Rp 500 s.d Rp 800 ribu, biasa kami pasang itu sekitar 30 s.d 40 bubuh dan itu habis disapu sama kapal cantrang,” tegasnya.

Selain itu pula, pengawasan terhadap keberadaan kapal tersebut juga lemah dari instansi terkait. Sehingga para nelayan bingung harus melapor kemana jika melihat langsung kapal-kapal tersebut.

Yadi dan kawan-kawan nelayan tegas menolak keberadaan kapal-kapal yang merugikan nelayan lokal tersebut. “Kami meminta kepastian hukum,” timpalnya.

Usai berorasi, para nelayan ditemui langsung Ketua Komisi I DPRD Bintan Hasriawady dan Wakil Ketua I DPRD Bintan Fiven Sumanti. Pertemuan dilanjutkan dengan audiensi di ruang rapat Komisi I DPRD Bintan. (oxy)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here