Adjie Hardyansyah, Koordinator Barisan Muda Madani (BMM) Provinsi Kepulauan Riau.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Koordinator Barisan Muda Madani (BMM) Provinsi Kepulauan Riau, Adjie Hardyansyah menyoroti ambruknya plafon Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak pada Kamis (8/9/2022) pagi tadi.

Menurutnya, peristiwa ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas dan ketahanan bangunan Masjid Tanjak.

Apalagi, Masjid itu baru saja diresmikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto pada Kamis (26/5/2022).

“Sepatutnya, dengan anggaran yang besar, pemenang tander bisa memberikan kepastian akan kemanan bangunan, karena bangunan Masjid tersebut baru saja diresmikan,” katanya, Kamis (8/9/2022).

Adjie pun meminta Kepala BP Batam, Muhammad Rudi memanggil pemenang tender dan menanyakan penyebab ambruknya plafon Masjid

Rudi juga perlu menugaskan pejabat terkait didampingi aparat penegak hukum untuk menginspeksi kualitas bahan bangunan yang digunakan.

“Saya harap BP Batam bisa memanggil pemenang tender walaupun masih tanggung jawab kontraktor tapi Kepala BP Batam perlu meninjau kembali besaran anggaran dengan kualiatas bahan yang digunakan,” tegas Adjie.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait membeberkan penyebab ambruknya plafon Masjid Tanjak.

Menurutnya, plafon mengalami pelembapan akibat tingginya intensitas hujan

โ€œMemang benar plafon Masjid nya jatuh. Karena kelembaban yang ada di plafon Masjid tersebut,โ€ bebernya, Kamis (8/9/2022) pagi.

Ia menambahkan, saat ini Masjid Tanjak Batam ditutup untuk umum dan akan dilakukan perbaikan atas kerusakan tersebut.

โ€œIni masih tanggung jawab dari kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan,โ€ tambahnya.

Diketahui, pembangunan Masjid Tanjak diprakarsai oleh Muhammad Rudi dan menelan anggaran RpRp39.937.665.520.

Selain tempat ibadah, pembangunan Masjid Tanjak juga diharapkan untuk menarik minat wisatawan asing dan domestik berkunjung ke Batam.

Pada periode Januari-Juni 2022, jumlah kunjungan wisatawan asing di Batam mencapai 66.145 kunjungan.

Adjie pun berharap agar BP Batam segera memperbaiki Masjid Tanjak jangan sampai menjadi preseden buruk terhadap pariwisata Batam.

“Kejadian ini tanggung jawab kontraktor tapi juga memberikan efek justifikasi negatif terhadap Kepala BP Batam dan Wali Kota Batam, maka kita perlu melihat bagaimana Kepala BP Batam dalam menanganinya agar publik tidak jauh dalam memberikan penilaian buruk terhadap hal ini,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here